Pesan Mendalam di Awal Ramadan: Kisah Nabi Musa Warnai Pengantar Kajian Kitab di MTsN 9 Jombang

Memasuki hari pertama sekolah di bulan suci Ramadan, Senin (23/2/2026), suasana tampak hikmat menyelimuti lingkungan MTsN 9 Jombang.

Februari 25, 2026 - 11:00
Pesan Mendalam di Awal Ramadan: Kisah Nabi Musa Warnai Pengantar Kajian Kitab di MTsN 9 Jombang

JOMBANG Memasuki hari pertama sekolah di bulan suci Ramadan, Senin (23/2/2026), suasana tampak hikmat menyelimuti lingkungan MTsN 9 Jombang. Berbeda dari hari biasanya, Madrasah ini mengawali rangkaian kegiatan keagamaan dengan sentuhan literasi kitab fasholatan guna memperkuat iman para talamidz-talamidzah.

Kegiatan dimulai dengan pembiasaan rutin berupa shalat dhuha bersama dan tartil Al-Qur’an (one day four pages). Namun, yang menjadi magnet utama setiap bulan Ramadan adalah hadirnya kajian Kitab yang diampu oleh ustaz Rodzin Afif.

Kisah Nabi Musa dan Wanita Pendosa

Dalam pembuka kajiannya, ustaz Rodzin belum langsung membedah isi teks kitab, melainkan membawakan sebuah narasi sejarah (sirah) yang menggetarkan hati tentang dialog Nabi Musa AS dengan seorang wanita yang hendak bertaubat.

Diceritakan, seorang wanita mendatangi Nabi Musa dengan perasaan hancur, mengaku telah berzina hingga melahirkan dan membunuh darah dagingnya sendiri. Mendengar dosa yang begitu kelam, Nabi Musa meminta wanita tersebut pergi karena khawatir azab Allah akan turun menimpa daerah nabi Musa yang selama ini sudah tentram.

Namun, di sinilah titik balik pelajaran bagi seluruh siswa. Malaikat Jibril datang menegur Nabi Musa.

"Ada dosa yang jauh lebih besar daripada zina dan membunuh, yakni meninggalkan shalat dengan sengaja," ujar ustaz Rodzin saat mengisahkan dialog Malaikat Jibril kepada Nabi Musa di hadapan talamidz-talamidzah.

Penyampaian kisah ini bukan tanpa alasan. Ustaz Rodzin ingin menanamkan pondasi utama dalam ibadah sebelum masuk ke teknis fiqih di dalam Kitab Fasholatan.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa shalat adalah tiang agama. Sebelum kita mengaji lebih dalam mengenai tata cara ibadah di Kitab Fasholatan, penting bagi mereka untuk mengerti urgensi menjaga shalat agar tidak sekali-kali meninggalkannya dengan sengaja," ungkap ustaz Rodzin.

Antusiasme Siswa di Hari Pertama

Para siswa tampak menyimak dengan khidmat. Kegiatan ini dirancang untuk mengisi waktu Ramadan dengan hal yang produktif sekaligus menjadi benteng moral bagi generasi muda di tengah tantangan zaman.

Kepala MTsN 9 Jombang berharap melalui kajian rutin ini, para talamidz-talamidzah tidak hanya mendapatkan ilmu secara kognitif, tetapi juga mengalami transformasi spiritual. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow