Malang Youth Day 2026: Paroki HKY Kayutangan Gelar Pentas Seni Lintas Agama, Dorong Moderasi Beragama
Malang Youth Day 2026 di Paroki HKY Kayutangan menghadirkan pentas seni lintas agama untuk mendorong moderasi beragama dan peran aktif orang muda Katolik di masyarakat.
MALANG - Paroki Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Kayutangan menggelar pentas seni lintas agama dalam rangkaian Malang Youth Day 2026, Rabu (29/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Gereja HKY ini menjadi upaya mendorong moderasi beragama sekaligus mengajak orang muda Katolik terlibat aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Ketua Komisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Malang, RD Agustinus Devit Setiawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan menguatkan iman sekaligus kepedulian sosial generasi muda Katolik, baik terhadap sesama umat maupun masyarakat luas.
Ia menegaskan, orang muda perlu menjadikan iman sebagai sandaran dalam menghadapi persoalan hidup. “Yesus tidak hanya berkata bahwa Ia adalah terang, tetapi juga menuntun dan menguatkan kita,” ujarnya.
Menurutnya, anak muda Katolik didorong tidak lari pada hal-hal negatif ketika menghadapi masalah, melainkan kembali pada nilai-nilai iman. Selain itu, mereka juga diharapkan aktif dalam kegiatan gereja yang berdampak sosial dan budaya di lingkungan sekitar.
“Jangan hanya aktif saat ada kegiatan besar. Orang muda Katolik harus berani terlibat dan menunjukkan iman melalui tindakan nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Paroki HKY Kayutangan Malang yang juga Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Malang, Romo Henrikus Suwaji, O.Carm, menjelaskan bahwa Malang Youth Day 2026 menjadi momentum menyatukan orang muda dari berbagai wilayah keuskupan, seperti Malang, Banyuwangi, Bangkalan, dan Pamekasan.
Ia menyebut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Keuskupan Malang, dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda di era digital. Salah satunya melalui pentas seni lintas agama yang melibatkan berbagai unsur, seperti GKJW, Islam, dan Hindu.
“Gereja tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga harus hadir dan peduli pada masyarakat sekitar sebagai wujud cinta kasih,” ujarnya.
Ketua Orang Muda Katolik (OMK) HKY Malang, Paulo Ruben Caelino Tue Wedo, menambahkan bahwa rangkaian Malang Youth Day 2026 telah dimulai sejak Februari melalui kegiatan safari Salib ke sejumlah paroki di Kota Malang.
Ia menjelaskan, puncak acara akan digelar dengan mempertemukan perwakilan dari berbagai paroki, dengan harapan mendorong keberanian orang muda Katolik untuk tampil dan berkontribusi di gereja maupun masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?