Mahasiswa UNISMA dan Thaksin University Telusuri Kesamaan Tradisi di Folklore Museum Thailand
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama Thaksin University melakukan upaya perluasan wawasan lintas budaya melalui kegiatan Folklore Museum Tour yang diadakan pada awal
MALANG Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama Thaksin University melakukan upaya perluasan wawasan lintas budaya melalui kegiatan Folklore Museum Tour yang diadakan pada awal Februari kemarin tepatnya Jumat, 06 Februari 2026. Kegiatan ini jelas menjadi wadah pembelajaran sejarah dan budaya lokal yang membuka ruang kolaborasi internasional antar mahasiswa Indonesia dengan Thailand dalam memahami nilai-nilai tradisi yang memiliki kemiripan di kawasan Asia Tenggara.
Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISMA ikut serta dalam kegiatan ini bersama sekitar 20 hingga 30 mahasiswa dari Thaksin University. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3 hingga 4 orang yang merupakan campuran dari kedua universitas. Metode ini dirancang untuk mendorong interaksi aktif dalam pertukaran perspektif budaya secara eksplisist selama tur berlangsug di museum folklore setempat.
Selama kegiatan berlangsung, kami para peserta dari pihak UNISMA diperkenalkan dengan berbagai provinsi di Thailand yang memiliki ciri khas budaya masing-masing, termasuk produk kerajinan dan suvenir tradisional dari daerah tersebut. Beberapa di antaranya yang menonjol menggunakan bahan dasar yang tidak umum, seperti kerang, serta kerajinan berbahan rotan dan kain batik. Tak hanya batik, kami juga diperkenalkan dengan senjata tradisional khas Thailand yang memiliki bentuk dan filosofi yang mirip dengan keris di Indonesia. Selain itu, Thailand juga memiliki seni pertunjukan wayang yang dikenal dengan sebutan Nang Talung.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Beberapa karakter dalam pertunjukan tersebut memiliki kemiripan dengan tokoh-tokoh dalam pewayangan Indonesia, meskipun menggunakan nama yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya akar budaya yang saling beririsan di antara kedua negara.
Selama kegiatan, terdapat momen diamana mahasiswa dari pihak Thaksin University menampilkan koleksi guci serta wadah makanan antik bercorak khas yang selama ini kerap diasosiasikan sebagai produk budaya Tiongkok. Namun, berdasarkan penjelasan dari mahasiswa tersebut artefak yang terkenal itu sebenarnya berasal dari Thailand. Salah satu mahasiswa Thaksin University menyampaikan bahwa pada masa lampau, masyarakat Thailand kurang meminati penggunaan wadah-wadah tersebut, sehingga dalam proses ekspansi budaya, teknik pembuatan dan barang- barang tersebut kemudian diperkenalkan kepada masyarakat Tiongkok dan menjadi lebih populer di sana.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap keragaman budaya di Asia Tenggara serta memperkuat hubungan akademik antara Institusi Pendidikan di Indonesia maupun Thailand. Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pengalaman berharga dalam melihat langsung kesamaan budaya anntara Kedua negara Ini.
Melalui kegiatan Folklore Museum Tour ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga pengalaman interkultural yang dapat memperkaya sudut pandang mereka sebagai calon tenaga kesehatan yang kelak akan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. Program ini pun diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam membangun jejaring internasional serta memperkuat diplomasi pendidikan di tingkat regional. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM Internasional Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?