Mahasiswa Polbangtan Malang Kembangkan Nanoemulsi Bawang Putih untuk Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler
Mahasiswa Polbangtan Malang mengembangkan teknologi nanoemulsi essential oil bawang putih untuk meningkatkan produktivitas ayam broiler.
MALANG - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang terus mendorong lahirnya inovasi berbasis riset terapan sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi pertanian. Salah satu inovasi tersebut hadir melalui tugas akhir mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan, I Putu Sudha Pradnyana, yang mengembangkan teknologi nanoemulsi essential oil bawang putih (Allium sativum L.) sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi pakan pada ayam broiler.
Penelitian berjudul "Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi Pakan Ayam Broiler dengan Pemberian Nanoemulsi Essential Oil Bawang Putih (Allium sativum L.)" mengkaji implementasi penggunaan nanoemulsi essential oil bawang putih terhadap performa pertumbuhan ayam broiler, nilai Income Over Feed Cost (IOFC), hingga penerapan business plan usaha peternakan broiler berbasis teknologi nanoemulsi.
Inovasi tersebut diharapkan menjadi alternatif feed additive alami yang mampu meningkatkan performa ternak, memberikan nilai tambah secara ekonomis, serta mendukung pengembangan industri peternakan unggas yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.
Tugas akhir ini dibimbing oleh Dr. Dewi Ratih Ayu Daning dan Dr. Novita Dewi Kristanti, serta diuji oleh Dr. Siswoyo bersama penguji eksternal dari industri, Arif Ryan Maretama, S.AB., dalam Sidang Komprehensif yang digelar pada 9 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Arif memberikan apresiasi atas kualitas penelitian sekaligus perkembangan akademik mahasiswa.
Arief yang mendampingi saat Program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), mengapresiasi capaian I Putu Sudha Pradnyana.
"Saya melihat konsistensi, kompetensi, serta kemampuan yang baik dalam memahami kondisi riil di lapangan," ujarnya.
Hal tersebut, lanjut Arief, tercermin dalam penelitian yang tidak hanya memiliki landasan ilmiah yang kuat, tetapi juga menawarkan solusi yang aplikatif bagi industri peternakan.
"Saya berharap hasil penelitian ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha peternakan ayam broiler di Indonesia," ujar Arif.
Melalui riset-riset aplikatif yang berorientasi pada kebutuhan industri, Polbangtan Malang berkomitmen mencetak lulusan vokasi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing. (*)
Apa Reaksi Anda?