Mahasiswa KSM-T UNISMA Edukasi Pilah Sampah, Disulap jadi Pot Bunga
Masalah sampah sering kali dianggap sebagai persoalan sepele, padahal dampaknya sangat besar bagi kelestarian lingkungan.
MALANG Masalah sampah sering kali dianggap sebagai persoalan sepele, padahal dampaknya sangat besar bagi kelestarian lingkungan. Menyadari pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, para mahasiswa yang tergabung dalam Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (UNISMA) Kelompok 13 menggelar aksi nyata di Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
Melalui program kerja bertajuk "Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik serta Pemanfaatannya sebagai Pot Bunga", para mahasiswa berupaya memberikan pemahaman mendalam kepada generasi muda tentang cara mengelola limbah rumah tangga.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (13/2/2025), menyasar santri dari beberapa Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) setempat di Desa Bocek. Sebanyak kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari adik-adik TPQ Al-Huda, Al-Hidayah, dan Fatakhul Hidayah berkumpul dengan semangat tinggi untuk mengikuti rangkaian acara yang dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ita Athia, S.Sos., M.M., Kelompok 13 mengemas sosialisasi ini tidak hanya dalam bentuk ceramah teori, melainkan melalui metode “learning by doing” yang interaktif.
Untuk memastikan materi tersampaikan dengan efektif, mahasiswa membagi pelaksanaan kegiatan ke dalam empat pos kegiatan utama. Pos Pertama (Proses Pemilahan), yaitu kegiatan yang berfokus pada pengenalan dan perbedaan antara sampah organik dan anorganik.
Pos Kedua (Pemotongan), yaitu tahap awal pengolahan sampah anorganik berupa botol plastik bekas. Pos Ketiga (Pengecatan), yaitu tahap kreativitas dimana botol plastik mulai dihias agar memiliki nilai estetika. Pos Keempat (Penanaman), yaitu tahap akhir di mana botol yang telah diolah dimanfaatkan menjadi pot bunga yang fungsional.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Pemateri utama, Muhammad Ilham Fahmil Izani, memaparkan secara gamblang contoh-contoh sampah yang sering dijumpai sehari-hari. Ia menekankan bahwa pemilahan sampah adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi ekosistem jika dilakukan secara konsisten. Inti dari kegiatan ini adalah mengubah pandangan peserta bahwa sampah anorganik, seperti botol plastik, bukanlah sekadar limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dengan sedikit kreativitas, botol plastik tersebut dapat "naik kelas" menjadi wadah tanaman yang indah. Praktik langsung mendaur ulang ini diharapkan mampu memicu kebiasaan baru di lingkungan rumah maupun TPQ. Melalui pemilahan yang benar, sampah organik bisa dikelola menjadi kompos, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi barang bermanfaat lainnya.
Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara mahasiswa dan pihak desa. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ustadz Qosim, ustadz Junaidi, dan ibu Nusrotin selaku pengurus TPQ dan seluruh adik-adik dari TPQ Al-Huda, Al-Hidayah, dan Fatakhul Hidayah atas dukungan dan partisipasinya," ungkap perwakilan dari Kelompok 13.
Melalui edukasi ini, KSM-T UNISMA berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pot bunga baru, tetapi juga membawa pulang kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan yang lebih hijau. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan pemilahan sampah adalah salah satunya. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Ruslan Ahmad, Atika Ashari Putri, Mahasiswa KSM-T Kelompok 13 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?