KSM UNISMA Hadirkan Edukasi Lingkungan Lewat Papan Informasi, Bank Sampah, dan Insinerator

Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik Universitas Islam Malang 2026 menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga lingkungan hidup melalui sebuah program edukasi pengelolaan sampah yang inovatif.

Februari 23, 2026 - 16:00
KSM UNISMA Hadirkan Edukasi Lingkungan Lewat Papan Informasi, Bank Sampah, dan Insinerator

MALANG Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik Universitas Islam Malang 2026 menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga lingkungan hidup melalui sebuah program edukasi pengelolaan sampah yang inovatif. Program ini ditandai dengan hadirnya papan informasi edukatif, bank sampah, dan insinerator yang dibangun langsung di area masyarakat Dusun Glongsor (Dewi Sri) Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.

KSM-T UNISMA 2026 membangun tiga fasilitas pengelolaan sampah terpadu. Mulai dari Papan Edukasi Sampah berisi informasi "Berapa Lama Sampah Terurai?" dengan skala waktu mulai dari 1 bulan hingga 200 tahun.

Bank Sampah sebagai tempat pengumpulan dan pengelolaan sampah daur ulang berupa drum biru yang dilengkapi saluran pembuangan. Dan Insinerator berbahan beton yang berfungsi sebagai alat pembakaran sampah yang tidak dapat didaur ulang secara terkontrol dan ramah lingkungan.

Program ini digagas dan dilaksanakan oleh Kelompok 17 KSM-T UNISMA 2026. Kami bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Fasilitas ini didirikan di area Dewi Sri dimana Dewi Sri adalah persawahan yang masih asri, dikelilingi oleh pemandangan pegunungan hijau yang indah, mencerminkan semangat menjaga keselarasan antara kehidupan manusia dan alam. Lokasi yang strategis ini dipilih agar dapat menjangkau dan mengedukasi masyarakat sekitar secara langsung.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Program ini dilakukan pada tanggal 14 februari 2026 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat KSM-T UNISMA. Fasilitas yang dibangun merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para mahasiswa. Permasalahan pengelolaan sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Banyak masyarakat belum menyadari betapa lamanya sampah dapat terurai di alam, misalnya plastik membutuhkan hingga 200 tahun untuk terurai sepenuhnya.

Melalui papan edukasi yang informatif dan mudah dipahami, KSM-T UNISMA berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah dan mengelola sampah dengan benar sejak dini.

Ketua Kelompok 17, Dwi Ramadani menjelaskan sistem pengelolaan sampah terpadu tersebut dijalankan secara terstruktur, dimulai dengan proses pemilahan sampah organik dan anoranik. Sampah yang masih bisa dimanfaatkan dikumpulkan di bank sampah untuk kemudian didaur ulang atau dijual.

"Sementara itu, sampah residu yang tidak bisa didaur ulang dibakar menggunakan insinerator beton yang dirancang dengan sistem cerobong asap untuk meminimalkan polusi udara. Papan edukasi berfungsi sebagai media pembelajaran interaktif yang memotivasi masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampahnya,” jelasnya.

Program KSM-T UNISMA 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Semoga inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama menciptakan Indonesia yang lebih bersih dan sehat. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 17 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow