ISMN Meet Up Surabaya 2026, Kreator Lokal dan Media Bersatu Hadapi Perubahan Algoritma

ISMN Meet Up Surabaya 2026 mempertemukan kreator lokal dan media digital untuk membahas strategi bertahan, monetisasi, dan kolaborasi di era algoritma.

Juni 4, 2026 - 12:31
ISMN Meet Up Surabaya 2026, Kreator Lokal dan Media Bersatu Hadapi Perubahan Algoritma

SURABAYA - Perubahan algoritma media sosial yang semakin cepat telah mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi masyarakat.

Di tengah dinamika tersebut, para pengelola akun media sosial lokal atau yang kini dikenal sebagai homeless media dituntut tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif agar tetap relevan dan mampu bertahan dalam persaingan digital.

Fenomena inilah yang menjadi latar belakang digelarnya ISMN Meet Up Surabaya 2026 oleh Indonesia Social Media Network (ISMN).

Kegiatan yang berlangsung di Kogu Space Surabaya, Kamis (4/6/2026), menjadi ruang temu bagi para kreator lokal, komunitas digital, akademisi, hingga pelaku industri untuk membahas masa depan ekosistem media sosial di Indonesia.

Acara yang merupakan hasil kolaborasi AyoSurabaya.com dan Jatim Connect Beritajatim.com tersebut mengangkat tema "Bertahan dan Bertumbuh Bersama Kreator Lokal di Tengah Dinamika Media Sosial".

Homeless Media Kian Berpengaruh dalam Distribusi Informasi

Dalam beberapa tahun terakhir, peran kreator lokal dan pengelola akun media sosial berbasis komunitas semakin menonjol. Mereka menjadi salah satu sumber informasi yang dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau audiens secara lebih spesifik.

Direktur Utama AyoSurabaya.com, Ruddy Sukarno, menilai perkembangan tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara media profesional dan kreator lokal.

Menurutnya, konten media sosial kini telah menjadi salah satu sumber informasi utama yang paling banyak diakses masyarakat. Karena itu, sinergi antara kedua pihak menjadi penting untuk memperkuat ekosistem digital daerah.

"Kolaborasi ini menjadi langkah positif untuk mempertemukan media profesional dengan komunitas kreator lokal. Kami melihat kreator lokal memiliki potensi besar dalam distribusi informasi dan penguatan ekosistem digital daerah," ujar Ruddy.

Kolaborasi Jadi Kunci Menghadapi Perubahan Media Sosial

Perubahan perilaku audiens yang semakin bergantung pada platform digital juga mendorong media massa untuk beradaptasi. Tidak hanya bersaing, media dan kreator lokal kini dituntut mampu membangun kerja sama yang saling menguatkan.

CEO Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, menegaskan bahwa sinergi antara media mainstream dan homeless media menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Menurutnya, kolaborasi dapat menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat sekaligus membuka peluang pertumbuhan bersama di tengah ketatnya persaingan platform digital.

"Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi dinamika media sosial saat ini. Kami ingin mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat antara media profesional, kreator lokal, dan komunitas digital lainnya agar bisa tumbuh bersama," katanya.

Adaptasi Algoritma dan Peluang Monetisasi
Founder ISMN, Arif Budianto, menjelaskan bahwa perubahan algoritma media sosial berlangsung sangat cepat dan berdampak langsung terhadap jangkauan konten para kreator.

Karena itu, pengelola media sosial perlu memperkuat jejaring, membangun kolaborasi, dan terus mengembangkan kapasitas agar tetap mampu bersaing.

"Para pemilik akun media sosial harus mampu beradaptasi, membangun kolaborasi, sekaligus memperkuat jejaring agar bisa bertahan dan berkembang bersama. ISMN Meet Up Surabaya menjadi wadah untuk penguatan jaringan, edukasi, dan berbagi pengalaman antarhomeless media," ujarnya.

Forum ini juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan komunitas homeless media di Indonesia, peluang monetisasi konten, pentingnya jejaring komunitas, praktik terbaik pengelolaan media sosial, hingga dinamika regulasi digital yang terus berkembang.

Sekitar 50 peserta dari Surabaya Raya dan berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya kebutuhan ruang diskusi dan kolaborasi di kalangan kreator digital lokal.

Hadirkan Pakar Media Sosial dan Praktisi Digital

ISMN Meet Up Surabaya 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Pengamat Media Sosial STIKOSA-AWS Jokhanan Kristiono, Founder ISMN Arif Budianto, Pemimpin Redaksi Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto, serta Co-Founder Infogresik Muhamad Irwan.

Diskusi akan mengulas perubahan lanskap media sosial, dampak algoritma terhadap distribusi konten, strategi mempertahankan audiens, kredibilitas informasi digital, hingga peluang kerja sama antara kreator lokal dan dunia industri.

Membangun Ekosistem Kreator Lokal Indonesia

Indonesia Social Media Network (ISMN) merupakan komunitas dan jejaring media sosial yang lahir untuk memperkuat ekosistem kreator digital lokal di Indonesia.

Berada di bawah naungan Ayo Media Network, organisasi ini berkembang sejak 2025 dengan fokus membangun sinergi antarkreator agar lebih profesional, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta memiliki peluang kolaborasi yang lebih luas.

Sejak berdiri, ISMN telah menyelenggarakan berbagai kegiatan di Bandung, Semarang, dan Yogyakarta dengan melibatkan lebih dari 150 pengelola media sosial lokal.

Kegiatannya meliputi diskusi media sosial, workshop digital, kolaborasi komunitas, hingga program kreatif bersama media dan berbagai merek nasional.

Melalui ISMN Meet Up Surabaya 2026, komunitas ini ingin memperkuat jaringan kreator lokal sekaligus membangun ekosistem digital yang lebih sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan di tengah perubahan industri media yang terus berlangsung.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow