Lima Pekerja Tertimpa Kandang Ambruk di Wonosari, Satu Orang Meninggal

Kandang ayam di Desa Sumbertempur, Wonosari, Kabupaten Malang ambruk dan menimpa lima pekerja. Satu orang meninggal dunia.

Februari 24, 2026 - 15:00
Lima Pekerja Tertimpa Kandang Ambruk di Wonosari, Satu Orang Meninggal

MALANG Kandang ayam di Dusun Pijiombo RT 02 RW 11, Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur ambruk saat lima pekerja tengah beraktivitas, Selasa (24/2/2026) pagi.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu korban masih dalam pencarian, dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

"Insiden dilaporkan warga sekitar pukul 09.19 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan informasi awal, kandang ayam milik Wawan tersebut diduga ambruk akibat struktur bangunan yang didominasi kayu sudah lapuk. Selain itu, bagian belakang utara kandang disebut mengalami amblas akibat kapasitas berlebih.

Akibat kejadian itu, lima pekerja menjadi korban. Satu orang meninggal dunia di lokasi atas nama Thomas, warga Kecamatan Kromengan. Satu korban lainnya, Rian, warga Kabupaten Lumajang, hingga kini masih dalam pencarian karena diduga tertimbun reruntuhan.

Petugas-saat-melakukan-pencarian-1.jpg

Sementara tiga pekerja lain mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Ketiganya diketahui merupakan warga Peniwen, Kecamatan Kromengan.

Menurut keterangan saksi Sriadi, kandang tiba-tiba ambruk pada bagian belakang utara saat para pekerja sedang beraktivitas. Sejumlah pekerja sempat menyelamatkan diri, di antaranya Yanto, Yono, Woto, Yanuar, dan Roni. Namun sebagian lainnya terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Kandang ayam tersebut memiliki luas sekitar 12 x 50 meter dan menampung kurang lebih 25.000 ekor ayam. Hingga saat ini, kerugian material akibat peristiwa tersebut masih dalam pendataan.

Dalam proses evakuasi, petugas menyiapkan tandu, masker, sarung tangan, kantong jenazah, serta alat gerinda pemotong besi (cutsaw) untuk membuka akses ke lokasi yang tertimbun.

“Sejak pukul 10.40 WIB, tim sudah berada di lokasi dan melaksanakan evakuasi. Pencarian korban yang diduga tertimbun sampai saat ini belum ditemukan,” kata Sadono.

Proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow