Lawan Disrupsi Digital, IJTI Gandeng Kemnaker Cetak Jurnalis Kampus Masa Depan Berbasis AI

Cris menilai media massa dan jurnalis kampus memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi ketenagakerjaan yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Juni 6, 2026 - 14:30
Lawan Disrupsi Digital, IJTI Gandeng Kemnaker Cetak Jurnalis Kampus Masa Depan Berbasis AI

BANYUWANGI - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengambil langkah konkret dalam menjaga marwah dunia pers di tengah badai disrupsi teknologi dan tekanan ekonomi global. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia 2026 yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Acara yang baru pertama kali diadakan di Jakarta ini sukses menyedot perhatian ratusan mahasiswa Ilmu Komunikasi serta aktivis Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Jabodetabek.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan menegaskan bahwa kehadiran jurnalisme berkualitas justru semakin krusial di tengah gempuran informasi media sosial saat ini. Ruang-ruang akademik, menurutnya, harus menjadi motor penggerak utama perubahan tersebut.

"Muncul harapan dari ruang-ruang akademik. Jurnalis kampus menjadi motor penggerak sekaligus pilar masa depan yang akan meneruskan keberlanjutan jurnalis profesional, independen, dan berintegritas," ujar Herik, Sabtu (6/6/2026).

Herik menambahkan, konferensi ini merupakan wujud nyata komitmen IJTI untuk mendampingi, membina, dan memperkuat ekosistem pers mahasiswa. Wadah strategis ini diharapkan mampu memfasilitasi para jurnalis muda untuk bertukar gagasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus merumuskan arah masa depan jurnalisme di tanah air.

Tak hanya menggelar diskusi, IJTI juga bergerak cepat menjawab tantangan teknologi masa depan. Di sela-sela konferensi, IJTI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi transformasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Selain itu, kerja sama ini bertujuan memperkuat publikasi dan edukasi isu ketenagakerjaan kepada masyarakat luas.

"Fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI," ungkap Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi.

Sinergi tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlaku selama tiga tahun ke depan oleh Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan dan Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi. Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pengembangan kapasitas SDM, penguatan literasi ketenagakerjaan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana.

Cris menilai media massa dan jurnalis kampus memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi ketenagakerjaan yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.

"Kami di Kemnaker melihat bahwa disrupsi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Kolaborasi dengan IJTI ini sangat strategis untuk melakukan upskilling dan reskilling secara berkelanjutan," imbuh Cris.

Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 ini juga menghasilkan poin-poin rekomendasi yang progresif dan berani demi menjaga independensi di lingkungan akademis. Para jurnalis kampus secara tegas menyatakan menolak segala bentuk intervensi, intimidasi, maupun sensor baik dari pihak rektorat, dekanat, hingga pihak luar yang dinilai mencederai kemerdekaan pers mahasiswa.

Selain itu, forum ini mendesak Dewan Pers untuk memberikan perlindungan nyata terhadap keberadaan pers kampus. Mereka juga bersepakat membangun solidaritas kuat antar LPM seluruh Indonesia untuk saling melindungi, mendampingi, membela, serta menjaga diri dari segala bentuk kriminalisasi terhadap produk jurnalistik yang mereka hasilkan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow