Kuwait Memancing di Air Keruh dan UEA Terlibat Menyerang Iran

Kuwait telah memancing di air keruh dengan melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal kecil milik Iran serta menangkap empat warga Iran.

Mei 15, 2026 - 08:01
Kuwait Memancing di Air Keruh dan UEA Terlibat Menyerang Iran

JAKARTA - Kuwait telah memancing di air keruh dengan melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal kecil milik Iran serta menangkap empat warga Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi jengkel dengan sikap Kuwait, dan memperingatkan bahwa Iran berhak menanggapi serangan ilegal Kuwait terhadap sebuah kapal yang digunakan oleh warga negara Iran itu.

Araghchi mengutuk penahanan empat warga negara Iran oleh Kuwait yang sedang berlayar di Teluk Persia itu, dan mengatakan bahwa negara Arab itu harus segera membebaskan mereka.

Dalam unggahan di akun X-nya, Rabu, Araghchi mengatakan bahwa serangan Kuwait terhadap kapal kecil Iran dan penangkapan warga Iran yang berada di dalamnya adalah ilegal.

Dia mengatakan langkah itu telah dengan sengaja menabur perselisihan di kawasan yang sudah tegang karena agresi AS-Israel terhadap Iran dan serangan balasan Teheran terhadap aset militer AS di negara-negara regional, termasuk Kuwait.

Menteri Iran mengatakan Kuwait melakukan serangan di dekat sebuah pulau di Teluk Persia tempat Amerika Serikat menempatkan personel dan peralatan militernya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam upaya nyata untuk menabur perselisihan, Kuwait secara ilegal menyerang sebuah kapal Iran dan menahan 4 warga negara kami di Teluk Persia. Tindakan ilegal ini terjadi di dekat sebuah pulau yang digunakan AS untuk menyerang Iran,” katanya dalam unggahan tersebut.

Wilayah Kuwait telah menjadi landasan utama bagi serangan AS terhadap Iran selama agresi yang dimulai pada akhir Februari dan berakhir dengan gencatan senjata pada awal April.

Iran menanggapi serangan tersebut dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Kuwait sejak awal perang agresi, menimbulkan kerugian besar, termasuk korban jiwa, pada pasukan AS yang ditempatkan di negara Arab tersebut.

Iran telah merekomendasikan agar Kuwait mengusir pasukan AS dari wilayahnya jika ingin terhindar dari serangan balasan Iran di masa mendatang.

Dalam unggahan X-nya, Araghchi mengatakan Iran berhak untuk menanggapi serangan Kuwait terhadap kapal Iran dan menuntut pembebasan segera empat warga negara Iran yang ditahan selama insiden tersebut.

UEA 

Abbas Araghchi tanpa ada keraguan juga menuding Uni Emirat Arab terlibat langsung atas agresi Amerika Serikat bersama  Israel terhadap Iran.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut, Kamis kemarin saat pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di New Delhi, India.

Menanggapi klaim tak berdasar dan tanpa dasar dari perwakilan Uni Emirat Arab dalam pertemuan tersebut, diplomat tertinggi Iran itu menjawab : "Saya harus mengatakan bahwa UEA terlibat langsung dalam tindakan agresi terhadap Iran. Ketika perang agresi dimulai terhadap Iran, mereka (UEA) bahkan menolak untuk mengutuknya," ujarnya.

"Para pejabat Uni Emirat Arab bahkan tidak mengutuk serangan brutal terhadap Sekolah Dasar di Minab pada hari pertama agresi (28 Februari 2026) terhadap sebuah sekolahan yang membunuh lebih dari 170 siswa tak berdosa," katanya.

"Selain tidak mengutuk prinsip agresi tersebut, UEA kemudian secara aktif berpartisipasi dalam tindakan agresi ini, yakni dengan menyediakan pangkalan militernya, wilayah udaranya, tanahnya, dan fasilitasnya kepada Amerika Serikat dan rezim Israel," tambahnya.

"Bahkan Uni Emirat Arab menyediakan segala macam fasilitas intelijen, dan lain-lain kepada Israel dan Amerika untuk menyerang rakyat Iran," kritik Araghchi.

"Meskipun mereka (UEA) adalah tetangga kita dan kita menganggap mereka sebagai saudara dan tetangga yang bersahabat, sayangnya mereka memutuskan untuk berpihak pada Israel dan Amerika Serikat dalam agresi ini," ujarnya dengan nada menyesalkannya.

"Namun Iran tidak menyerang UEA. Kami hanya menargetkan pangkalan dan instalasi militer AS di UEA, yang sayangnya terletak di wilayah UEA, dan kami menargetkan pasukan dan sistem pertahanan AS, dan semakin mereka menyerang kami, semakin kami membela diri," lanjut Araghchi.

“Saya tidak menyebut nama UEA dalam pernyataan saya demi persatuan. Tetapi kenyataannya adalah UEA terlibat langsung dalam agresi terhadap negara saya. Ketika serangan dimulai, mereka bahkan tidak mengeluarkan kecaman,” tegas Araghchi lagi 

Araghchi kemudian berpesan kepada pejabat UEA begini: "Jika Anda ingin Israel menyediakan keamanan Anda, inilah hasilnya. Jika Anda ingin Amerika menyediakan keamanan Anda, inilah hasil yang Anda keluhkan sekarang. Oleh karena itu, saya sangat menyarankan saudara-saudara saya di Emirat untuk mempertimbangkan kembali kebijakan mereka terhadap Iran".

Dia juga menunjukkan bahwa Abu Dhabi telah mengizinkan wilayahnya digunakan oleh Amerika Serikat dan Israel untuk menembakkan artileri dan peralatan terhadap negaranya.

Araghchi juga mencatat bahwa baru sehari sebelumnya terungkap bahwa Benjamin Netanyahu telah melakukan perjalanan ke UEA selama perang. Ini semakin jelas  bahwa UEA telah ikut serta dalam serangan tersebut, dan mungkin bahkan bertindak langsung melawan Iran, menggarisbawahi bahwa tidak ada keraguan bahwa UEA telah menjadi mitra aktif dalam agresi tersebut.

Diplomat tertinggi Iran itu menyerukan sikap yang adil, menyatakan bahwa jika negara peserta ingin mengambil posisi yang adil, ia percaya bahwa agresi oleh Amerika Serikat, Israel, dan UEA terhadap negaranya harus dikutuk. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow