Berkah Curug Sarjan: Sumber Mata Air Abadi di Binangun Kota Banjar, Mengalir Gratis ke Rumah Warga
Sumber mata air legendaris di Curug Sarjan, Banjar, tidak pernah kering sejak dulu. Gratis, mengaliri 25 rumah warga.
BANJAR - Masalah kekeringan saat musim kemarau tampaknya tidak berlaku bagi warga RT 9 RW 4 Dusun Priagung, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.Pasalnya, di wilayah ini terdapat sebuah sumber mata air legendaris yang dikenal dekat dengan kawasan Curug Sarjan yang tidak pernah kering sejak zaman dulu.
Ketua RT 9 Dusun Priagung, Sarif, menuturkan bahwa mata air yang bersumber dari Curug Sarjan ini menjadi berkah luar biasa bagi warga sekitar. Airnya yang jernih dan melimpah terus mengalir tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan domestik masyarakat selama ini.
Warisan Leluhur: Dulu Pakai Bambu, Kini Gunakan Ratusan Meter Paralon
Menurut Sarif, pemanfaatan mata air Curug Sarjan ini sudah berlangsung turun-temurun sejak generasi orang tuanya terdahulu.
Perubahan yang terjadi hanyalah pada modernisasi sistem distribusinya.
"Dari dulu, sejak zaman orang tua saya, air ini sudah digunakan warga. Bedanya, kalau dulu kan belum ada paralon, jadi warga masih pakai belahan bambu untuk mengalirkan air ke rumah," ujar Sarif.
Sistem pipa paralon sendiri baru mulai digunakan warga dalam kurun waktu sekitar 10 tahun terakhir. Untuk mengalirkan air dari pusat mata air di area Curug Sarjan ke pemukiman, warga bentangkan pipa yang cukup panjang.
"Sekitar 60 batang paralon digunakan untuk mengaliri rumah-rumah warga. Panjang jalur berkisar antara 240 meter hingga 300 meter untuk bisa sampai ke rumah-rumah warga," beber Sarif.
Mengaliri 25 Rumah Tanpa Dipungut Biaya
Hebatnya, meski air ini dikelola untuk kebutuhan warga, Sarif menegaskan bahwa masyarakat yang memanfaatkan air dari sumber Curug Sarjan ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
Saat ini, aliran air bersih tersebut sudah terhubung langsung ke 25 sambungan rumah warga di lingkungan RT 9.
"Alhamdulillah, mau kemarau segimana juga tidak pernah kering. Betul, sama sekali tidak pernah kering sejak dulu. Dan untuk warga di sini, semuanya gratis," tegas Sarif.
Dua Sumber Mata Air di Lingkungan RT 9
Lebih lanjut, Sarif menjelaskan bahwa di wilayahnya sebenarnya terdapat dua sumber air yang dimanfaatkan oleh warga sekitar yaitu Mata Air Cipane dan Mata Air Curug Sarjan.
"Untuk pipa paralonnya, warga kami dulunya dibantu Pemkot Banjar sehingga rumah-rumah warga teraliri air dan itu gratis," imbuhnya.
Keberadaan mata air abadi di kawasan Curug Sarjan ini menjadi bukti nyata kekayaan alam Desa Binangun yang masih terjaga.
Warga berharap, kelestarian alam di sekitar sumber air ini dapat terus dipertahankan agar bisa terus dinikmati oleh generasi-generasi mendatang. (*)
Apa Reaksi Anda?