KSM-T Kelompok 27 Unisma Gelar Model Kolaboratif Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Malangsuko
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Kelompok 27 UNISMA menyelenggarakan kegiatan bertajuk Model Kolaboratif Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak serta Lansia
MALANG Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Kelompok 27 UNISMA menyelenggarakan kegiatan bertajuk Model Kolaboratif Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak serta Lansia: Implementasi Program KSM-T Unisma dan Kader Posyandu Desa Malangsuko, di Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas kader posyandu dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) serta lansia.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya sejumlah tantangan dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa, khususnya terkait pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, kesadaran ibu hamil terhadap pemeriksaan rutin, serta optimalisasi pelayanan kesehatan lansia. Desa Malangsuko dipilih sebagai lokasi implementasi karena memiliki komitmen aktif dalam penguatan layanan posyandu, namun tetap memerlukan dukungan peningkatan kompetensi kader dan inovasi model kolaboratif yang berkelanjutan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Mahasiswa KSM-T bersama kader posyandu mengikuti pelatihan teknis terkait pemantauan pertumbuhan anak, pencatatan administrasi posyandu, diskusi interaktif, serta simulasi pelayanan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi, refleksi bersama, dan penyusunan rencana tindak lanjut.
Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas kader posyandu Desa Malangsuko, perangkat desa, perwakilan tenaga kesehatan setempat, serta mahasiswa KSM-T Unisma. Partisipasi aktif para peserta menunjukkan adanya komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai deteksi dini risiko kehamilan, pemantauan status gizi balita, teknik komunikasi efektif kepada ibu-ibu peserta posyandu, serta pendekatan pelayanan yang ramah bagi lansia. Selain itu, disepakati pembentukan forum koordinasi rutin antara mahasiswa pendamping dan kader posyandu guna memastikan keberlanjutan program.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa model kolaboratif ini merupakan langkah konkret sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan terhadap peningkatan derajat kesehatan ibu, anak, dan lansia di Desa Malangsuko.
Salah satu kader posyandu yang hadir mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memahami sistem pencatatan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih sistematis dan terstruktur.
Dengan terselenggaranya program ini, KSM-T UNISMA menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Model kolaboratif yang diterapkan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Tumpang maupun wilayah Kabupaten Malang dalam memperkuat layanan kesehatan ibu, anak, dan lansia secara terpadu dan berkelanjutan. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 27 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?