KSM-T Kelompok 27 UNISMA Edukasi Pemanfaatan Daun Salam sebagai Minuman Herbal di Desa Malangsuko
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Kelompok 27 Universitas Islam Malang menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk Pemanfaatan Daun Salam sebagai Minuman Herbal
MALANG Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Kelompok 27 Universitas Islam Malang menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk Pemanfaatan Daun Salam sebagai Minuman Herbal untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan potensi lokal sebagai upaya preventif di bidang kesehatan.
Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif minuman sehat berbahan alami yang mudah dijangkau. Daun salam yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur ternyata memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi membantu menjaga kesehatan, diantaranya dalam mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun demikian, pemanfaatannya sebagai minuman herbal belum banyak dipraktikkan oleh masyarakat Desa Malangsuko.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KSM-T menggagas kegiatan edukatif yang dikombinasikan dengan praktik langsung. Tujuannya tidak hanya untuk memberikan pemahaman teoretis mengenai manfaat daun salam, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan teknis dalam mengolahnya menjadi minuman herbal yang aman, higienis, dan bernilai guna.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh Ketua KSM-T Unisma. Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Desa Malangsuko menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang mampu mengangkat potensi tanaman pekarangan sebagai sumber kesehatan keluarga. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Rangkaian acara inti meliputi pemaparan materi tentang kandungan dan manfaat daun salam, demonstrasi pembuatan minuman herbal, praktik langsung oleh peserta dengan pendampingan mahasiswa, serta sesi tanya jawab interaktif. Sekitar 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa KSM-T dan warga Desa Malangsuko mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Pelatihan ini, peserta tidak hanya memahami manfaat kesehatan daun salam, tetapi juga mampu mempraktikkan proses pembuatannya secara mandiri dengan takaran dan prosedur yang tepat. Antusiasme warga terlihat dari diskusi yang berkembang, termasuk peluang pengembangan produk herbal sederhana sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus potensi ekonomi rumah tangga.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk edukasi preventif yang berbasis kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa optimalisasi tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menjadi solusi kesehatan yang terjangkau dan berkelanjutan.
Salah satu warga Desa Malangsuko mengungkapkan bahwa selama ini daun salam hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak. Setelah mengikuti pelatihan, ia mengaku memperoleh wawasan baru mengenai cara pengolahan dan manfaatnya sebagai minuman herbal yang menyehatkan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KSM-T Universitas Islam Malang berharap pemanfaatan daun salam sebagai minuman herbal dapat menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat. Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan berbasis potensi lokal serta mendukung pola hidup sehat yang berkelanjutan. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 27 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?