KSM-N UNISMA Dampingi Pengembangan UMKM Jamur dan Tempe
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Nusantara Kelompok 54 Universitas Islam Malang (UNISMA) melaksanakan program pendampingan pengembangan UMKM jamur dan tempe di Desa Cowek, Kabupaten Pasuruan.
MALANG Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Nusantara Kelompok 54 Universitas Islam Malang (UNISMA) melaksanakan program pendampingan pengembangan UMKM jamur dan tempe di Desa Cowek, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi, inovasi produk, serta strategi pemasaran berbasis media sosial guna memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Program pendampingan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KSM-N UNISMA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Desa Cowek memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya pada usaha budidaya jamur dan produksi tempe yang telah menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat.
UMKM jamur di Desa Cowek memiliki peluang pasar yang stabil dengan ketersediaan bahan baku yang relatif mudah diperoleh. Salah satu pelaku UMKM jamur menyampaikan bahwa proses produksi dilakukan secara mandiri mulai dari pembibitan hingga panen. Namun, masih terdapat kendala pada aspek pengemasan dan pemasaran yang belum optimal.
“Kami sudah bisa memproduksi jamur sendiri, tetapi untuk kemasan dan promosi di media sosial masih belum maksimal,” ujar Soleh Saifudin selaku pemilik usaha UMKM Jamur.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KSM-N Kelompok 54 memberikan pendampingan berupa edukasi teknik pengemasan yang lebih higienis dan menarik, serta pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Mahasiswa juga membantu membuat konten sederhana untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas. Dengan kemasan yang lebih informatif dan promosi digital yang terarah, diharapkan produk jamur Desa Cowek mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Selain UMKM jamur, mahasiswa KSM-N UNISMA juga mendampingi pelaku UMKM tempe yang telah lama menjadi usaha rumahan masyarakat. Proses produksi tempe masih dilakukan secara tradisional, mulai dari perendaman kedelai, perebusan, fermentasi, hingga pengemasan.
Salah satu kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM tempe adalah harga kedelai yang semakin meningkat serta belum adanya inovasi produk. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa KSM-N mengadakan diskusi dan brainstorming bersama pelaku usaha guna mengembangkan variasi produk olahan tempe, seperti keripik tempe dan tempe marinasi siap goreng. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas jangkauan pemasaran, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Kepala Desa Cowek menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut dan berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus berlanjut.
“Dengan adanya pendampingan oleh mahasiswa KSM UNISMA, kami berharap pelaku UMKM semakin berkembang dan mampu bersaing melalui pemasaran digital,” ujar Mohammad Sofi’i selaku Kepala Desa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ika Ratih Sulistiani, S.Pd., M.Pd, turut memberikan arahan kepada mahasiswa agar program pendampingan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KSM-N UNISMA tidak hanya membantu meningkatkan kualitas produk dan strategi pemasaran, tetapi juga belajar memahami dinamika usaha masyarakat desa secara langsung. Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong UMKM jamur dan tempe di Desa Cowek menjadi pilar ekonomi lokal yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM Nusantara Kelompok 54 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?