Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 1.430 Orang, Operasi Pencarian Masuk Masa Kritis
Korban tewas gempa berkekuatan M7,2 dan M7,5 di Venezuela meningkat menjadi 1.430 orang. Sebanyak 68.900 warga masih dilaporkan hilang, sementara operasi pencarian memasuki masa paling krusial.
JAKARTA - Bencana gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela memasuki fase paling krusial. Hingga Sabtu (27/6/2026) waktu setempat atau tiga hari setelah dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara itu, jumlah korban tewas dilaporkan melonjak menjadi 1.430 orang, sementara sedikitnya 68.900 warga masih dinyatakan hilang.
Negara bagian La Guaira menjadi wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Di berbagai lokasi, tim penyelamat bersama warga terus berpacu dengan waktu membongkar reruntuhan bangunan menggunakan alat berat, sekop, tali, hingga tangan kosong demi menemukan korban yang kemungkinan masih selamat.
Operasi penyelamatan kini memasuki periode emas atau 72 jam pertama, yang dinilai sebagai waktu paling menentukan untuk menemukan korban hidup. Meski peluang tersebut semakin menipis, harapan belum sepenuhnya hilang karena korban yang memiliki akses terhadap air dan makanan masih berpotensi bertahan lebih lama.
Pemerintah Venezuela menyebutkan sebanyak 17 penerbangan yang membawa lebih dari 1.600 personel penyelamat internasional telah tiba untuk memperkuat operasi pencarian. Tim bantuan berasal dari berbagai negara, di antaranya Meksiko, Amerika Serikat, Brasil, El Salvador, dan Prancis.
Presiden sementara Delcy Rodríguez menyatakan lebih dari 14.000 personel militer dan kepolisian telah dikerahkan untuk mengamankan sekaligus membantu penanganan bencana di kawasan terdampak.
Gempa berkekuatan M7,2 dan M7,5 yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan disebut para ahli memperparah tingkat kerusakan karena pusat gempanya relatif dangkal. Hingga kini, gempa susulan masih terus terjadi, termasuk guncangan berkekuatan magnitudo 4,8 yang kembali dirasakan pada Sabtu. (*)
Apa Reaksi Anda?