Ketua DPRD Pacitan Ajak Masyarakat Meneladani Lima Huruf Hijaiyah dalam Menjalani Hidup
Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi sampaikan filosofi lima huruf hijaiyah: Alif (keyakinan), Wau (rasa), Khaf (ikhtiar), Hamzah (doa), Yak (kebahagiaan) sebagai renungan Idul Fitri.
PACITAN Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi mengajak masyarakat untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan melalui filosofi lima huruf hijaiyah.
Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar manusia tetap teguh, bersyukur, dan berikhtiar dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian.
Arif Setia Budi, yang akrab disapa ASB, menuturkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan mulus. Karena itu, manusia perlu memiliki pegangan nilai agar tetap kuat menghadapi berbagai cobaan.
Ia memulai dengan huruf Alif. Menurutnya, huruf pertama dalam abjad Arab itu melambangkan keyakinan. Manusia harus memiliki keyakinan kuat untuk menjalani hidup, meski kehidupan dipenuhi berbagai warna dan ujian.
“Urip kudu yakin iso urip, meski urip iku manco warna pancobanane (hidup harus yakin bisa hidup, meski hidup itu banyak cobaannya),” ujarnya.
Huruf kedua adalah Wau, yang dimaknai sebagai kemampuan menempatkan rasa dalam kehidupan. Rasa, kata dia, menjadi fondasi penting agar manusia dapat menata hidup dengan bijak dan tidak kehilangan arah.
Dengan memiliki rasa empati dan kepekaan, seseorang dapat menjaga harmoni dalam kehidupan sosial.
Filosofi berikutnya datang dari huruf Khaf. Dalam pandangan ASB, huruf ini mengingatkan bahwa hidup harus diiringi dengan ikhtiar. Manusia harus mau bergerak, bekerja, dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Urip kudu gelem ikhtiar, sak iso-isone kudu obah ben mamah, ben iso madang (hidup harus mau berusaha, sebisanya harus berusaha biar amanah dan bisa makan),” katanya.
Namun, usaha semata tidaklah cukup. Karena itu, ia menambahkan makna dari huruf Hamzah. Huruf ini mengajarkan bahwa setiap ikhtiar harus diimbangi dengan doa.
Dengan begitu, usaha yang dilakukan tidak hanya menghasilkan keberhasilan, tetapi juga keberkahan.
Terakhir adalah huruf Yak yang dimaknai sebagai harapan akan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. Filosofi ini mengingatkan bahwa tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia adalah hidup yang tentram, sejahtera, dan penuh rasa syukur.
Menutup pesannya, ASB juga memanjatkan doa bagi masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri. Ia berharap setiap orang diberikan keyakinan, memiliki rasa empati, mampu mencari nafkah, serta senantiasa bersyukur dan menerima kehidupan dengan lapang dada.
“Semoga kita semua diberi keselamatan hidup di dunia dan akhirat,” ujarnya. (*)
Apa Reaksi Anda?