Kolaborasi Artotel Sanur dan Dayu Sartika, Pelukis Muda Penyandang Kanker

​​​​​​​Artotel Sanur Bali menggelar pameran lukisan solo bertajuk Manis Manis di Artspace Artotel. ...

September 2, 2023 - 15:10
Kolaborasi Artotel Sanur dan Dayu Sartika, Pelukis Muda Penyandang Kanker

TIMESINDONESIA, BALIArtotel Sanur Bali menggelar pameran lukisan solo bertajuk Manis Manis di Artspace Artotel.

Artotel kembali berkolaborasi dengan seniman muda berbakat asal Bali, Dayu Sartika yang kali ini memamerkan 12 lukisan hasil dari karya seninya.

Dayu Sartika merupakan pelukis yang sejak 2015 lalu telah di diagnosis menderita kanker payudara.

Dari pengakuannya kepada sejumlah awak media yang mewawancarainya, Dayu mengaku bahwa dirinya menemukan semangat hidupnya lewat seni dan menjadikan seni sebagai tempat perlindungannya dari rasa sakit.

Lulusan Program Studi Pendidikan Seni Rupa pada Universitas Pendidikan Ganesha ini kemudian memberanikan diri untuk melukis dirinya sendiri.

"Karena dengan cara ini, saya menanamkan kembali kepercayaan diri saya, " ungkapnya, di sela pameran, Kamis (31/8/2023).

Dayu menuturkan di pertengahan tahun 2020, ia terinspirasi dari karya Frida Kahlo yang berjudul "I'm my own muse. I'm the subject I know best. I want to know the subject better".

Melalui karya-karyanya, Dayu mencari harmoni dan penemuan diri dengan mengungkap misteri tubuhnya.

"Karya seni ini adalah sebuah pujian atas kekuatan saya, mengundang orang untuk merenungkan hubungan mereka dengan tubuh dan dunia," ujarnya.

Pada pamerannya kali ini, Dayu ingin memperlihatkan bagaimana ia mewujudkan dirinya sendiri sebagai musuh bebuyutan.

Namun, alih-alih menggambarkan hal itu dengan bentuk yang menyeramkan, ia menghadirkan mereka menjadi lucu dan menggiurkan seperti kue dan manisan.

“Kenyataannya, sebelum saya di diagnosa kanker, saya memang tidak terlalu suka dengan makanan yang manis-manis. Tapi justru hasrat untuk mencicipi yang manis-manis itu muncul setelah saya terkena kanker dimana saya tidak diperkenankan memakan manisan atau sejenis tepung," urainya.

Menurutnya, dalam seri karya ini, bukan hanya menyoal tentang penyakit, namun musuh hidup secara luas.

"Ekspektasi yang tinggi, emosi yang tidak bisa dikendalikan,“ ujar Dayu Sartika saat pembukaan pameran.

Dayu mengibaratkan pikirannya adalah taman bermain, tempatnya menangkar semua keliaran pikirannya yang tertampung pada karyanya dan mengubah semua emosi dan perasaan yang meluap-luap menjadi bentuk dan warna sehingga ia merasa tenang.

Gustra Adnyana sebagai kurator menjelaskan, secara tidak langsung Dayu Sartika memberikan pengaruh yang hangat bagi penikmat karyanya.

"Dayu juga mengajarkan kita tentang bagaimana seni juga dapat menyembuhkan kita," ujarnya.

Sementara itu, General Manager ARTOTEL Sanur, Bali, Agus Ade Surya Wirawan, mengatakan bahwa pameran seni ini menampilkan karya-karya yang berbeda dari seniman sebelumnya yang dipamerkan di ARTOTEL Sanur.

"Hal ini menambah semangat kami untuk terus mendukung munculnya emerging artist di Bali," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa Dayu Sartika memberikan warna baru bagi deretan nama yang pernah berpameran di ARTSPACE, ruang seni Artotel. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow