Kiai Maman Imanulhaq Sebut Fatayat NU Jabar Jadi Garda Terdepan Dakwahkan Islam Ramah

Anggota DPR RI, asal Kabupaten Majalengka, KH Maman Imanulhaq mengapresiasi upaya dan kerja Fatayat NU Jawa Barat, yang merupakan dari salah satu badan otonom Nahdlatul U ...

April 16, 2023 - 00:10
Kiai Maman Imanulhaq Sebut Fatayat NU Jabar Jadi Garda Terdepan Dakwahkan Islam Ramah

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Anggota DPR RI, asal Kabupaten Majalengka, KH Maman Imanulhaq mengapresiasi upaya dan kerja Fatayat NU Jawa Barat, yang merupakan dari salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, Fatayat ini telah membuktikan eksistensinya dan telah terbukti terhadap upaya pembangunan moderasi beragama di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Maman saat didaulat memberikan mauizhah hasanah pada saat kegiatan pembukaan Majelis Taklim PW Fatayat NU Jabar Road to Harlah ke-73 Fatayat NU, pada Sabtu (15/4/2023).

Maman menjelaskan, bahwa Fatayat tidak hanya sebagai partisipator saja, melainkan juga menjadi inisiator serta garda depan pada dakwah-dakwah Islam ramah yang bertujuan meningkatkan persaudaraan dan toleransi beragama di Bumi Nusantara.

"Tak cukup sampai di situ saja, meski beragam program telah dijalankan, Kiai Maman pun berharap agar Fatayat, khususnya PW Jawa Barat, terus meningkatkan intensitas dan ruang dakwahnya," kata Maman yang juga anggota komisi 8 DPR RI ini.

Tujuannya jelas, yakni memperluas impact dari diseminasi nilai-nilai nahdliyin kepada publik. Cara yang paling efektif, kata dia, adalah memanfaatkan teknologi informasi sebagai platform distribusi konten-konten dakwah yang moderat.

Sejauh ini, menurut pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka ini, bahwa Fatayat dianggap berhasil menyemaikan nilai Islam Aswaja khususnya pada kaum perempuan muda Jawa Barat. 

"Apalagi Fatayat, kini punya beragam program strategis dalam meningkatkan pastisipasi para aktivisnya pada upaya moderasi beragama," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jawa Barat, Hirni Kifa Hazefa menyatakan, bahwa Fatayat NU Jabar telah memiliki buku modul dan pedoman dakwah daiyah mahmudah untuk persaudaraan dan toleransi beragama.

"Buku pedoman dan modul dakwah ini merupakan hasil dari FGD bersama berbagai pihak, pendeta dan tokoh agama lainnya," ucap Hirni Kifa Hazefa.

Tak hanya itu saja, lanjut dia, bahwa Fatayat pun melaksanakan pemberdayaan daiyah yang berwawasan kebangsaan di sejumlah kabupaten maupun kota dengan program nyantri keren yang dilanjutkan ToT daiyah.

"Kesemua itu merupakan bukti bahwa Fatayat, khususnya PW Jawa Barat, punya concern yang besar terhadap upaya pembangunan moderasi beragama di Indonesia," jelas Hirni Kifa Hazefa. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow