Khutbah di Mapolda Jateng, Gus Nasrul: Koruptor dan Penambang Liar Masuk Golongan Kufur Nikmat

Gus Nasrul secara tegas menyebut pelaku kejahatan keuangan negara hingga perusak lingkungan sebagai golongan orang-orang yang kufur nikmat.

Juli 31, 2026 - 18:37
Khutbah di Mapolda Jateng, Gus Nasrul: Koruptor dan Penambang Liar Masuk Golongan Kufur Nikmat

SEMARANG - Ketua Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), KH Dr. Nasrulloh Afandi (Gus Nasrul), menyampaikan pesan menohok saat mengisi khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa Mapolda Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo tersebut secara tegas menyebut para pelaku kejahatan keuangan negara hingga perusak lingkungan seperti koruptor, pelaku illegal logging, dan penambang liar sebagai golongan orang-orang yang kufur nikmat.

"Dalam tinjauan Islam, para koruptor, penebang hutan ilegal, maupun penambang liar tergolong orang-orang yang kufur nikmat. Mereka tidak mau mensyukuri nikmat kemerdekaan negara ini," ujar Gus Nasrul di hadapan jemaah shalat Jumat Mapolda Jateng.

Dalam khutbah bertajuk 'Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT' tersebut, Gus Nasrul mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia akan segera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia menekankan bahwa peringatan kemerdekaan serta penghormatan terhadap bendera Merah Putih bukanlah bentuk pengkultusan atau penyembahan simbol, melainkan murni manifestasi ibadah dan rasa syukur atas karunia kebebasan dari penjajahan.

Mengutip kaidah fikih Al-Umuru bi Maqashidaha (segala sesuatu tergantung pada tujuannya) serta hadis riwayat Bukhari-Muslim yang menegaskan bahwa segala amalan tergantung pada niatnya, Gus Nasrul menyebut semarak perayaan kemerdekaan, selama tidak melanggar norma agama dan sosial merupakan bagian dari ibadah.

Darurat Integritas Pejabat

Meski usia kemerdekaan Indonesia sudah memasuki 81 tahun, Gus Nasrul menyayangkan masih sulitnya menemukan pemangku kebijakan yang benar-benar mensyukuri nikmat kemerdekaan melalui tindakan nyata.

"Realitasnya sangat memprihatinkan. Di usianya yang ke-81 tahun, semakin banyak pejabat yang tidak amanah dan berkhianat," tegas pakar maqashid syariah tersebut.

"Perilaku mega korupsi merajalela yang kian mengancam stabilitas keuangan negara. Ini bukti nyata kita masih minim mensyukuri nikmat kemerdekaan," imbuh Gus Nasrul.

Mengutip penafsiran Imam Asy-Syaukani dalam kitab Fathul Qadir atas Surah Ibrahim ayat 7, ia menjelaskan bahwa bersyukur atas kemerdekaan akan mendatangkan keberkahan dan kemerdekaan di berbagai bidang kehidupan lainnya.

Ajak Masyarakat dan Pejabat Berintrospeksi

Gus Nasrul mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparat TNI/Polri, pegawai, hingga pejabat tinggi negara untuk berintrospeksi diri dan menjalankan tugas publik secara maksimal serta bertanggung jawab.

Bagi masyarakat awam, wujud syukur kemerdekaan bisa dilakukan lewat aksi sederhana namun berdampak nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, tertib dalam berlalu lintas, merawat tradisi gotong royong.

"Menjadi warga negara yang baik serta pejabat yang adil adalah bagian utama dari mensyukuri kemerdekaan negeri ini. Minimal, jangan merusak dan merugikan negara," pungkas pria yang aktif berdakwah di berbagai pelosok Indonesia tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow