Ketua DPRD KLU Siap Kawal Putusan Musrenbang Kebudayaan untuk Jati Diri Daerah

Ketua DPRD KLU Agus Jasmani tegaskan komitmen kawal Pokir dan hasil Musrenbang Kebudayaan 2026 agar program budaya benar‑benar menyentuh pelaku serta ekonomi warga.

Februari 26, 2026 - 21:30
Ketua DPRD KLU Siap Kawal Putusan Musrenbang Kebudayaan untuk Jati Diri Daerah

LOMBOK UTARA Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara (DPRD KLU), Agus Jasmani, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh hasil keputusan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kebudayaan tahun 2026.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Musrenbang Kebudayaan yang berlangsung di Pantai Beraringan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kamis (26/2/2026).

Acara strategis ini turut dihadiri oleh Bupati KLU H. Najmul Akhyar, Kepala Dinas Dikbudpora KLU M. Najib M.Pd., para Camat se-KLU, serta tokoh budaya dan tokoh masyarakat setempat.

Agus-Jasmani.jpg

Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani (FOTO: Hery Mahardika/TIMES Indonesia)

Dalam sambutannya, Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani menyampaikan, Musrenbang Kebudayaan bukan sekadar rutinitas formalitas atau forum rencana tahunan. Ia menekankan bahwa momentum ini harus menjadi pijakan kuat dalam memperkuat jati diri daerah Lombok Utara.

"Kami di DPRD tentu akan mengawal setiap program kebudayaan agar benar-benar menyentuh para pelaku budaya. Kami juga berharap kebudayaan ini nantinya mampu mengundang nilai ekonomi bagi masyarakat," ujar Agus Jasmani kepada TIMES Indonesia.

Menurutnya, pelestarian budaya yang dikelola dengan baik dapat menjadi daya tarik wisata yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal di Bumi Tioq Tata Tunaq.

Jati-Diri-Daerah.jpg

Ketua DPRD KLU Agus Jasmani (kanan, duduk) bersama Bupati KLU Najmul Akhyar, dan para tokoh adat. (FOTO: Prokopimda KLU for TIMES Indonesia)

Musrenbang Kebudayaan, yang di KLU akrab disebut dengan istilah Gendu Rasa, merupakan agenda tahunan yang digelar sebelum pelaksanaan Musrenbang RKPD. 

Forum ini menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berinteraksi dan bertukar pikiran.

"Ide dan gagasan dalam memajukan kebudayaan bertemu dan berinteraksi satu dengan yang lainnya di sini," terang pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB NTB ini.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa melalui kegiatan Gendu Rasa, setiap elemen masyarakat dapat membangun jaringan komunikasi yang bermakna. 

Forum ini bertujuan merajut gagasan untuk membangun sekaligus menyelaraskan pandangan yang berbeda menjadi satu kesatuan nilai moral dan keyakinan yang kuat.

"Dengan adanya pengawalan ketat dari legislatif, diharapkan hasil dari Musrenbang Kebudayaan ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi terwujud dalam program nyata yang melestarikan warisan leluhur sekaligus memajukan daerah," tutup anggota dewan Dapil I Tanjung ini. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow