Ketika Jalan Tanah Menjadi Harapan: Jejak TMMD Mengubah Wajah Desa di Majalengka

TMMD ke-127 di Majalengka bangun jalan, sumur bor, & pos ronda, wujudkan perubahan di Desa Sindangwangi.

Maret 12, 2026 - 23:00
Ketika Jalan Tanah Menjadi Harapan: Jejak TMMD Mengubah Wajah Desa di Majalengka

MAJALENGKA Suara alat berat berpadu dengan cangkul dan langkah sepatu loreng yang menyusuri jalan tanah di sebuah desa yang berada di ujung timur Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Matahari pagi perlahan naik di ufuk timur, menyinari hamparan tanah yang kini mulai berubah menjadi jalan yang kokoh. Di desa kecil itu, harapan warga tumbuh seiring pembangunan yang terus bergerak.

Di sinilah jejak TMMD ke-127 mulai terlihat nyata. Program yang digelar oleh Kodim 0617/Majalengka itu berlangsung di Desa Sindangwangi, wilayah Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Bagi warga setempat, TMMD bukan sekadar program pembangunan. Ia adalah cerita tentang perubahan, tentang bagaimana sebuah desa yang dulu terisolasi perlahan membuka jalannya menuju masa depan.

Jalan Desa yang Menghubungkan Harapan

Pekerjaan utama dalam program TMMD kali ini adalah pengerasan jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar 2,5 meter. Jalan tersebut menjadi jalur penghubung antara Desa Sindangwangi dengan wilayah Bantaragung.

Lebih dari sekadar akses antar desa, jalur ini juga menjadi pintu menuju kawasan wisata alam Ciboer Pass, destinasi yang mulai dikenal karena panorama alamnya.

CDN Image

Sebelum pembangunan dimulai, jalan tersebut hanyalah jalur tanah yang licin saat hujan dan berdebu ketika kemarau. Kendaraan sulit melintas, bahkan warga sering memilih berjalan kaki karena kondisi jalan yang sempit dan rawan.

Kini, jalan itu mulai mengeras. Truk pengangkut material masuk silih berganti, sementara warga berdiri di tepi jalan, menyaksikan perubahan yang selama ini mereka harapkan.

Tidak hanya pengerasan jalan, program TMMD juga melakukan pemadatan jalan selebar tiga meter yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak. Jalur itu kini diperlebar agar kendaraan warga dapat melintas dengan lebih aman.

Di beberapa titik rawan longsor, pembangunan tembok penahan tanah juga dilakukan untuk menjaga kestabilan struktur jalan yang berada di kawasan perbukitan.

Infrastruktur Desa yang Menguatkan Kehidupan Warga

Selain pembangunan jalan, TMMD juga menghadirkan berbagai program pembangunan lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sumur bor dibangun untuk membantu warga mendapatkan akses air bersih. Bagi masyarakat desa yang selama ini bergantung pada sumber air terbatas, keberadaan sumur tersebut menjadi harapan baru bagi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, pembangunan pos ronda juga dilakukan sebagai sarana menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang telah lama hidup di tengah masyarakat desa.

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) turut menjadi bagian dari kegiatan TMMD. Rumah warga yang sebelumnya rapuh dan tidak layak huni kini diperbaiki agar lebih aman dan nyaman untuk ditempati.

Kolaborasi TNI dan Pemerintah Daerah9

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.

Menurutnya, program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

"TMMD menjadi sarana untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujarnya.

Hal senada disampaikan Komandan Kodim 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu. Ia menilai bahwa pembangunan akses jalan di Desa Sindangwangi memiliki dampak strategis bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, akses jalan yang lebih baik akan mempermudah aktivitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru, termasuk potensi pengembangan sektor wisata.

"Pembangunan jalan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mendukung potensi wisata yang ada di wilayah Sindangwangi," katanya, Kamis (12/3/2026)

Sementara itu, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah pedesaan.

Ia menilai pembangunan akses jalan desa akan memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat.

"Jalan ini tidak hanya menjadi penghubung antar desa, tetapi juga membuka akses menuju kawasan wisata. Dengan akses yang lebih baik, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Sentuhan Sosial dan Edukasi

Program TMMD di Desa Sindangwangi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Salah satunya adalah sosialisasi kepada para pelajar mengenai bahaya narkoba, judi online, serta fenomena geng motor yang kerap mengancam masa depan generasi muda.

Di bidang kesehatan, tim medis turut memberikan pelayanan kepada warga, termasuk membantu penanganan masyarakat yang mengalami penyakit gondok.

Kepala Desa Sindangwangi Dadan Armadi mengatakan bahwa program TMMD membawa perubahan yang nyata bagi kehidupan masyarakat desa.

Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan semangat baru bagi warga.

"Warga merasa sangat terbantu. Jalan mulai bagus, air bersih tersedia, dan masyarakat juga mendapatkan berbagai penyuluhan yang bermanfaat," ujarnya.

CDN Image

Jalan yang Mengantar Masa Depan

Bagi warga Desa Sindangwangi, pembangunan jalan itu bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia adalah simbol perubahan.

Di sepanjang jalur yang sudah dibangun, anak-anak terlihat bermain di pinggir jalan. Petani mulai melintas membawa hasil panen, sementara warga berbincang tentang masa depan desa mereka.

Ketika jalan tanah perlahan berubah menjadi jalur yang kokoh, bukan hanya kendaraan yang akan melintas di atasnya. Di sana, harapan warga desa ikut berjalan, menuju masa depan yang lebih terbuka, lebih terhubung, dan lebih sejahtera. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow