Keselamatan Menjadi Prioritas, Mahasiswa KSM-T Unisma, Pasang Rambu Zona Bahaya dan Kaca Cembung
Dalam rangka meningkatkan keselamatan di area rawan terjadi kecelakaan yang diupayakan oleh mahasiswa KSM-T 2026 kelompok 24 dari Universitas Islam Malang melalui program kerja “Langkah Nyata Mewujudk
MALANG Dalam rangka meningkatkan keselamatan di area rawan terjadi kecelakaan yang diupayakan oleh mahasiswa KSM-T 2026 kelompok 24 dari Universitas Islam Malang melalui program kerja “Langkah Nyata Mewujudkan Jalan Aman melalui Kaca Cembung dan Rambu Peringatan” di Dusun Patuk Krajan, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (25/2/2026) di area perempatan, pertigaan sekitar RT 24 dan perumahan.
Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor rawan terjadinya kecelakaan. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama ketua RT setempat, terdapat beberapa titik yang dinilai rawan terjadi kecelakaan.
Area-area yang akan ditetapkan sebagai titik-titik pemasangan telah didiskusikan dengan RT setempat dan beberapa warga sekitar. Dalam pelaksanaannya, warga sekitar turut berkontribusi membantu mahasiswa KSM dalam proses pengerjaan program kerja tersebut
Dengan adanya program kerja ini mereka merasa terbantu untuk memecahkan satu permasalahan yang ada di dusun mereka. Antusiasme warga terhadap program kerja ini menjadi bukti bahwa keselamatan sangat diperhatikan di daerah tersebut.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Kegiatan pemasangan dilaksanakan langsung di area pertigaan yang dekat area RT 24 dan area perempatan dekat dengan kuburan. Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya keselamatan bagi warga sekitar. Beberapa titik jalan dinilai rawan kecelakaan karena terdapat blind spot yang menghalangi pandangan pengendara.
Sesi pemasangan menjadi momen yang menunjukkan antusiasme warga dalam memelihara keselamatan di daerah mereka.hal ini ditandai dengan kontribusi secara langsung warga yang turut andil membantu dalam proses pemasangan kaca cembung dan pemasangan rambu peringatan tanda bahaya. Hal ini ditandai dari awal mula berjalanya kegiatan dari penggalian tanah, pengecoran, hingga pengarahan untuk titik yang tersorot oleh kaca cembung tersebut.
Upaya yang dilakukan ini turut diapresiasi oleh RT 24, Bapak Hamidar, mengapresiasi program yang kami buat untuk dusun tersebut. “Menurut saya, program ini sangat membantu para warga sekitar dikarenakan pernah terjadi kecelakaan diarea ini (pertigaan) yang memakan korban seorang petani yang membawa cangkul pulang dari sawah dan terjatuh diarea ini dikarenakan terkejut oleh kendaraan yang keluar dari gang hingga terluka dikarenakan cangkul tersebut mengenai bagian tubuhnya,” Ujarnya.
Mahasiswa KSM-T UNISMA menunjukkan peran aktif dalam membantu menyelesaikan permasalahan di dusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi antara mahasiswa dan warga setempat diharapkan mampu menciptakan dusun yang lebih aman, nyaman dan mementingkan keselamatan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi lanjut serta foto bersama sebagai bentuk dokumentasi. Mahasiswa berharap dengan adanya cermin kaca cembung dan rambu peringatan ini dapat terus bermanfaat bagi masyarakat Desa Sukolilo guna meningkatkan kepedulian akan lingkungan dan keselamatan warga sekitar secara berkelanjutan. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 24 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?