TNI Gelar Pasar Murah di Lapangan Rampal Malang, 180 Stan Sediakan Sembako Lebih Murah
Menurutnya, pasar murah tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit.
MALANG Jajaran TNI di wilayah Jawa Timur yang dikomandoi oleh Kodam V/Brawijaya menggelar bazar dan pasar murah serentak menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di berbagai wilayah satuan TNI, termasuk yang dipusatkan di Lapangan Rampal, Kota Malang yang diinisiasi oleh Korem 083/Bdj, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bazar serentak yang dilaksanakan oleh seluruh satuan di bawah Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai dari tingkat Kodam, Korem hingga Kodim. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga terhubung secara virtual dengan kegiatan pusat di Mabes TNI.
Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Rudy Saladin membuka langsung dan memantau pelaksanaan pasar murah yang dilaksanakan Korem 083/Bdj di Lapangan Rampal Malang. Bersama jajaran, ia berkelilinh untuk melihat sejumlah bahan pokok yang dijual lebih murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ditengah tekanan inflasi jelang Lebaran.
Mayjend Rudy mengatakan, bazar dan pasar murah ini digelar secara serentak oleh seluruh jajaran TNI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
“Ini bazar serentak. Untuk jajaran Kodam V/Brawijaya kita selenggarakan di tiap-tiap Korem dan Kodim, bersamaan dengan yang diselenggarakan di Mabes TNI. Tadi kita juga vidcon dengan Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Ibu Panglima TNI,” ujar Rudy, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, berbagai komoditas kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari sembako hingga bahan kebutuhan rumah tangga lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Idulfitri.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa pasar murah tersebut sangat membantu warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Animo masyarakat cukup banyak. Intinya bazar dan pasar murah ini sedikit banyak bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya sembako dan bahan kebutuhan menjelang Idulfitri,” ungkapnya.
Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Rudy Saladin menambahkan, TNI terus bersinergi dengan pemerintah daerah di berbagai wilayah untuk mengawal program ketahanan pangan, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
“Kita terus bersinergi dengan Pemprov, Pemkab, termasuk Pemkot. Para Dandim sampai Babinsa juga terus mengawal program prioritas terkait ketahanan pangan,” katanya.
Ia berharap target luas tambah tanam di Jawa Timur tahun ini dapat tercapai sehingga ketersediaan stok beras tetap terjaga, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Alhamdulillah tahun lalu walaupun tidak 100 persen, tetapi kenaikannya cukup signifikan dibanding 2024. Harapan kita tahun ini target ketahanan pangan bisa tercapai sehingga stok beras, khususnya di Jawa Timur, tetap terjamin,” imbuhnya.
Selain beras, TNI juga menargetkan peningkatan produksi komoditas pertanian lain seperti jagung dan tebu sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
“Selain beras, insyaallah komoditas jagung dan tebu juga menjadi target tahun ini. Mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.
Rudy juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban serta terus mengoptimalkan potensi pertanian.
“Saya titip kepada seluruh masyarakat Jawa Timur mari kita jaga keamanan dan ketertiban. Tetap turun ke sawah dan ladang, mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga target panen bisa maksimal,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir menjelaskan bahwa kegiatan di Lapangan Rampal menjadi pusat pelaksanaan bazar untuk wilayah Korem 083.
“Kita mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah untuk kegiatan terpusat Kodam V/Brawijaya. Di sini kita menggelar sekitar 180 stan,” ujar Kolonel Kohir.
Ratusan stan tersebut menyediakan berbagai jenis kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan, sandang hingga kebutuhan pokok untuk persiapan Hari Raya Idulfitri.
“Kita sediakan komoditas makanan, sandang, dan terutama kebutuhan pokok. Harganya kita tekan di bawah harga pasar,” jelasnya.
Untuk memastikan harga lebih murah, TNI bekerja sama langsung dengan produsen serta berbagai lembaga terkait, termasuk Perum Bulog.
“Kita langsung berkoordinasi dengan Bulog dan produsen. Tidak melalui rantai distributor. Kita jemput bola ke produsen sehingga mendapatkan harga produsen, bukan harga distributor,” terangnya.
Ia juga menyebutkan sejumlah komoditas unggulan yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut, salah satunya beras organik dari wilayah Pasuruan dan Probolinggo yang menjadi produk unggulan Korem 083.
“Beras organik dari Pasuruan dan Probolinggo ini sudah menjadi unggulan di Jawa Timur. Bahkan sudah kita kirim contoh ke Jakarta sebagai produk unggulan,” katanya.
Selain beras organik, sejumlah produk unggulan lainnya juga dijual, seperti edamame serta gula berkualitas dari daerah penghasil tebu di Jawa Timur.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang datang sejak pagi untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
Salah satu pembeli, Siti, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
“Harganya murah banget. Biasanya gula Rp17 ribu, di sini bisa dapat Rp15 ribu. Saya tadi dapat gula, sekarang masih keliling lagi cari yang lain,” ungkap Siti.
Menurutnya, pasar murah tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit.
“Di tengah ekonomi seperti sekarang ini sangat membantu. Ada beberapa barang yang dibatasi pembeliannya, tapi ada juga yang tidak,” tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?