Kepala BGN Pindahkan Korwil Kayong Utara Usai Bermain Ponsel Saat Rapat Zoom

Kepala BGN Sudaryono memindahkan Korwil BGN Kayong Utara ke Sulawesi Selatan setelah kedapatan bermain ponsel saat rapat Zoom. BGN juga memetakan wilayah prioritas MBG.

Juli 31, 2026 - 21:19
Kepala BGN Pindahkan Korwil Kayong Utara Usai Bermain Ponsel Saat Rapat Zoom
JAKARTA -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memindahkan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Adi Afrianto ke Sulawesi Selatan.

Pemindahan tersebut dilakukan setelah Adi kedapatan menggunakan ponsel saat mengikuti rapat melalui Zoom bersama Kepala BGN. Sudaryono menyebut langkah itu sebagai bentuk evaluasi terhadap kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

"Jadi begini, yang bersangkutan memang saya berikan Zoom kemudian di layar terlihat memegang handphone," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Sebelumnya, video mengenai kejadian tersebut sempat beredar di media sosial. Dalam video itu, Sudaryono sempat menyampaikan rencana pemindahan Adi ke Papua. Namun, setelah dilakukan pengecekan kebutuhan tenaga di daerah tersebut, pemindahan akhirnya dialihkan ke Sulawesi Selatan.

"Setelah kami cek, ternyata di Papua itu tenaga SPPG atau tenaga SPPI-nya sudah cukup banyak. Artinya, tenaga SPPI dengan dapurnya belum seimbang karena dapurnya belum banyak, sehingga kami tidak pindahkan ke Papua, tetapi ke daerah lain yang membutuhkan tambahan tenaga," jelas Sudaryono.

Selain membahas evaluasi internal, Sudaryono juga menyampaikan bahwa BGN terus melakukan pemetaan wilayah prioritas untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, pemetaan dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, terutama untuk menentukan wilayah dengan angka stunting tinggi, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kami sisir dari data Kementerian Kesehatan. Sudah ada wilayahnya, mulai provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa. Data tersebut sedang kami sinkronkan sehingga daerah prioritas dapat ditentukan," ujar Sudaryono.

Ia menambahkan, wilayah dengan angka stunting tinggi tidak hanya berada di Papua, tetapi juga sejumlah daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun beberapa kabupaten di Pulau Jawa.

"3T ini sama dengan angka stunting yang tinggi, tidak hanya di Papua, tetapi juga di NTT dan beberapa wilayah lainnya," pungkasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow