Kenapa Siswa SMK Perlu Perspektif Global

Beberapa tahun lalu, banyak orang tua masih membayangkan jalur lulusan sekolah kejuruan dengan cukup sederhana: lulus, bekerja di perusahaan lokal, lalu membangun karier dari sana.

Februari 23, 2026 - 13:30
Kenapa Siswa SMK Perlu Perspektif Global

MALANG Beberapa tahun lalu, banyak orang tua masih membayangkan jalur lulusan sekolah kejuruan dengan cukup sederhana: lulus, bekerja di perusahaan lokal, lalu membangun karier dari sana. Pola itu tidak sepenuhnya salah. Namun hari ini dunia kerja bergerak jauh lebih cepat dari perkiraan banyak orang.

Perkembangan teknologi membuat batas antarnegara semakin tipis. Perusahaan dapat bekerja dengan tim dari berbagai kota bahkan negara tanpa harus berada di satu kantor. Dalam industri teknologi, desain, hingga pengembangan gim, kolaborasi lintas negara sudah menjadi hal yang biasa.

Artinya, siswa yang hari ini duduk di bangku SMK sebenarnya sedang bersiap memasuki dunia yang jauh lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya.

Data dari berbagai laporan ketenagakerjaan menunjukkan bahwa sektor ekonomi digital terus tumbuh. Indonesia bahkan diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Di sektor ini, kemampuan teknis memang penting, tetapi tidak berdiri sendiri. Perusahaan juga mencari talenta yang mampu berkomunikasi, memahami konteks global, dan bekerja dengan standar internasional.

Di sinilah pentingnya perspektif global bagi siswa sekolah kejuruan.

Perspektif global bukan berarti semua siswa harus bekerja di luar negeri. Maknanya lebih sederhana, tetapi sangat penting: memahami bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah terhubung dengan dunia yang lebih luas.

Seorang siswa yang belajar desain grafis, misalnya, tidak hanya bersaing dengan teman sekelasnya. Karya yang ia unggah di internet bisa dilihat oleh klien dari berbagai negara. Seorang programmer muda dapat membuat aplikasi yang digunakan orang dari berbagai belahan dunia. Bahkan pengembang gim dari kota-kota di Indonesia kini banyak yang berhasil menembus pasar global.

Karena itu, sekolah mulai melihat bahwa pendidikan vokasi juga perlu memberi ruang bagi wawasan internasional.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, beberapa kali menekankan bahwa pendidikan harus menyiapkan siswa menghadapi dunia yang terus berubah. Menurutnya, siswa perlu dilatih untuk berpikir terbuka, berani mencoba, dan mampu berkolaborasi dengan siapa pun.

Kemampuan tersebut tidak muncul secara instan setelah lulus. Ia biasanya tumbuh dari kebiasaan belajar yang dilatih sejak sekolah.

Itulah sebabnya sebagian sekolah mulai menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih terbuka pada dunia global. Penguatan komunikasi bahasa Inggris, latihan presentasi, diskusi aktif di kelas, hingga proyek kolaboratif menjadi bagian dari proses belajar.

Pendekatan ini tidak bertujuan membuat sekolah terlihat “internasional”, tetapi lebih pada membiasakan siswa menghadapi standar yang lebih luas.

Langkah seperti ini juga mulai dikembangkan di SMK Telkom Malang. Sebagai sekolah yang bergerak di bidang teknologi dan digital, sekolah ini melihat bahwa dunia industri yang akan dimasuki siswa tidak lagi bersifat lokal. Banyak perusahaan bekerja dalam jaringan global, sehingga siswa perlu dibiasakan dengan komunikasi, kolaborasi, dan cara berpikir yang lebih terbuka.

Melalui berbagai aktivitas pembelajaran, siswa tidak hanya dilatih menguasai teknologi, tetapi juga belajar menyampaikan ide, bekerja dalam tim, dan memahami dinamika industri yang terus berubah.

Pada akhirnya, perspektif global bukan sekadar konsep besar dalam dunia pendidikan. Ia adalah cara mempersiapkan siswa agar tidak kaget menghadapi masa depan.

Dunia yang akan mereka masuki nanti kemungkinan jauh lebih dinamis dibandingkan hari ini. Dan sekolah yang mulai menyiapkan siswanya sejak sekarang sering kali memberi mereka satu keuntungan penting: kesiapan.

Karena dalam dunia kerja modern, yang dibutuhkan bukan hanya orang yang bisa bekerja, tetapi juga mereka yang siap berkembang di panggung yang lebih luas. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow