Kekeringan Meluas, Kemensos Siagakan Personel Tagana untuk Pasok Air Bersih

Kemensos menyiagakan penuh personel Tagana untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan musim kemarau 2026, berkolaborasi dengan pemda di zona merah.

Juli 2, 2026 - 17:26
Kekeringan Meluas, Kemensos Siagakan Personel Tagana untuk Pasok Air Bersih
JAKARTA -

Kementerian Sosial (Kemensos) menyiagakan seluruh personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah (pemda) di berbagai wilayah terdampak.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pengerahan sukarelawan penanggulangan bencana tersebut akan difokuskan pada wilayah yang masuk dalam peta kerawanan tinggi krisis air.

"Kita siap membantu di daerah-daerah yang rawan kekurangan air bersih. Kami nanti akan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, membantu apa kebutuhan-kebutuhan di sana," ujar Saifullah saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/6/2026).

Saifullah menjelaskan, Kemensos telah merampungkan pemetaan zonasi wilayah di Indonesia yang paling terdampak oleh fenomena hidrometeorologi kering tahun ini. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus adalah Provinsi Jawa Timur, serta sebagian besar daerah di Sumatra dan Nusa Tenggara. Kawasan-kawasan tersebut dilaporkan mengalami suhu udara paling panas dan sangat rentan terdampak kekeringan.

Ia mencontohkan Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur sebagai salah satu titik yang secara historis rutin menerima intervensi bantuan pengiriman air bersih dari Kemensos saat musim kemarau. Melalui pemetaan yang komprehensif ini, personel Tagana di daerah akan diterjunkan secara taktis untuk memberikan dukungan logistik dan operasional langsung di titik-titik krisis.

Pemetaan zona intervensi pasokan air bersih ini juga merujuk pada laporan hasil analisis iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan data BMKG, hingga akhir Mei 2026, perluasan wilayah kekeringan telah dimulai pada 200 zona musim atau setara 11,83 persen daratan Indonesia.

Cakupan zona kering tersebut melonjak signifikan pada Juni dengan memasuki 198 zona musim baru (31,6 persen luas daratan), yang meliputi wilayah DKI Jakarta bagian selatan hingga sebagian besar Pulau Kalimantan.

Memasuki bulan Juli, pergerakan kemarau diprediksi merambah 66 zona musim lainnya. Wilayah tersebut mencakup sebagian besar Sumatra (termasuk Jambi bagian barat), sebagian besar Jawa, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, sebagian besar Sulawesi, hingga Maluku Utara.

"Ya, Tagana selalu siap. Kami membantu bersama pemda. Kita petakan dan kita akan berikan dukungan di titik-titik tertentu. Langkah respons cepat ini mengedepankan prinsip kemitraan erat bersama pemda agar penyaluran bantuan sarana air bersih dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak tumpang tindih di lapangan," pungkas Saifullah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow