Kecamatan Pagelaran Raih Juara Umum MTQH ke-48 Kabupaten Cianjur

MTQH ke-48 Cianjur resmi ditutup, Kecamatan Pagelaran jadi juara umum. Bupati Wahyu tegaskan MTQH bukan sekadar lomba, tapi penguatan budaya Ngaos dan pembinaan Al-Qur’an-Hadis.

Juli 31, 2026 - 13:08
Kecamatan Pagelaran Raih Juara Umum MTQH ke-48 Kabupaten Cianjur

CIANJUR - Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) ke-48 Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2026 resmi berakhir usai ditutup secara langsung oleh Bupati Cianjur dr Mohamad Wahyu Ferdian. 

Penutupan agenda tahunan yang berlangsung di Lapangan Desa Pagelaran ini ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Dewan Hakim mengenai penetapan para pemenang dari seluruh cabang perlombaan.

Kecamatan Pagelaran sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum dalam ajang kompetisi keagamaan kali ini setelah berhasil mengumpulkan total 171 poin. 

Sementara itu, posisi runner-up diraih oleh Kecamatan Karangtengah dengan perolehan 133 poin, diikuti Kecamatan Warungkondang di peringkat ketiga yang mengantongi 118 poin.

Bupati Cianjur dr Mohamad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur panitia, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an, serta jajaran panitia lokal Kecamatan Pagelaran yang telah sukses menyelenggarakan perhelatan tersebut. 

"Standar pelaksanaan tahun ini terbilang sangat tinggi dan patut menjadi acuan penyelenggaraan di masa depan," ujarnya dalam keterangan yang diterima TIMES Indonesia, pada Jumat (31/7/2026).

Bupati Wahyu menuturkan, "Kalau ada istilah di atas luar biasa, menurut saya MTQH ke-48 ini istimewa, bahkan lebih dari itu, spektakuler. Terima kasih kepada seluruh panitia dan panitia lokal Pagelaran yang telah menghadirkan penyelenggaraan yang begitu baik. Ini menjadi standar baru bagi pelaksanaan MTQH di Kabupaten Cianjur pada tahun-tahun mendatang."

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa ajang ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai panggung seremonial tahunan atau ajang seleksi perwakilan daerah belaka. 

LPTQ diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam membangun sistem pembinaan Al-Qur'an dan Hadis yang berkelanjutan hingga ke tingkat RT dan RW.

Ia berpandangan, pembinaan yang terstruktur dan konsisten jauh lebih krusial dibandingkan proses instan menjelang perlombaan. Langkah ini dinilai ampuh untuk memperkuat karakter masyarakat serta melestarikan budaya Ngaos yang menjadi identitas utama warga Kabupaten Cianjur.

Ia juga menyampaikan bahwa pembinaan harus berjalan terus. Jadikan setiap momentum keagamaan dan kemasyarakatan seperti Maulid Nabi, Tahun Baru Islam, Rajab, Hari Jadi Cianjur hingga peringatan kemerdekaan sebagai ruang syiar Al-Qur'an dan Hadis. 

"Target kita bukan hanya prestasi, tetapi membangun budaya membaca, memahami, menghafal, mengamalkan, dan mencintai Al-Qur'an serta Hadis dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Lebih jauh Bupati Cianjur menutup penyampaian, "Semoga Al-Qur'an dan Hadis senantiasa hadir dalam hati kita, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan Cianjur sebagai daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur."

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow