Kebakaran Pasar Darurat Ngawen Blora, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar

Pasar Darurat Ngawen Blora terbakar pada Sabtu malam. Sembilan kios dan satu rumah ludes dengan total kerugian mencapai Rp2,2 miliar.

Maret 8, 2026 - 14:30
Kebakaran Pasar Darurat Ngawen Blora, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar

BLORA Kebakaran hebat melanda Pasar Darurat Rakyat di Jalan Raya Ngawen–Japah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2026) malam. Insiden tersebut menghanguskan sedikitnya sembilan kios pedagang dan satu unit rumah warga.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, menjelaskan bahwa api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek (korsleting) listrik di salah satu kios.

"Kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek pada stopkontak di kios darurat milik salah satu pedagang. Peristiwa diperkirakan terjadi pada Sabtu pukul 23.30 WIB," ujar AKP Lilik Eko Sukaryono di Blora, Minggu (8/3/2026).

Titik api pertama kali diketahui oleh Suwadi, warga yang rumahnya berada tepat di dekat lokasi kejadian. Ia melihat percikan api muncul dari area kios pasar yang kemudian merambat dengan cepat.

"Saksi melihat percikan api yang menjalar ke atap kayu bangunan kios pasar," tambah Kapolsek.

Mengetahui hal tersebut, Suwadi sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api justru semakin membesar hingga ia berteriak meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen.

Sekitar 10 menit kemudian, tim pemadam tiba di lokasi. Meski demikian, api telah menjalar ke deretan kios lainnya. "Setelah upaya pemadaman selama sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan," terangnya.

Total Kerugian Mencapai Rp2,225 Miliar

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp2,225 miliar. Kerugian dialami oleh sejumlah pemilik kios dan rumah yang terdampak langsung.

Berdasarkan data kepolisian, berikut adalah rincian kerugian para korban:

  • Suwadi: Rumah, dagangan capil, dan satu unit sepeda motor Suzuki Shogun R (2002), kerugian sekitar Rp605 juta.

  • Suparman: Kios dan dagangan sembako, kerugian sekitar Rp1 miliar.

  • Nihayatun Ni’mah & Rumiyati: Kios sandal, sepatu, dan pakaian, total kerugian masing-masing sekitar Rp150 juta.

  • Bagus Rahman Aprianto & Anik Dwi Jayanti: Kios jajanan dan sembako, masing-masing kerugian sekitar Rp100 juta.

  • Sutimah: Kios dagangan, kerugian sekitar Rp75 juta.

  • Sutikno: Rumah dan dagangan frozen food, kerugian sekitar Rp30 juta.

  • Bayu Ari Wicaksono: Warung makan, kerugian sekitar Rp15 juta.

Petugas dari Polsek Ngawen, Koramil Ngawen, Tim Damkar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pendataan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow