Khofifah Tegaskan Peran Muslimat NU pada Peringatan Nuzulul Qur’an di Jakarta
Dalam peringatan Nuzulul Qur’an dan penutupan Pesantren Anak Ramadan PP Muslimat NU, Khofifah menegaskan peran penting Muslimat NU dalam membangun karakter generasi muda.
JAKARTA Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Penutupan Pesantren Anak Ramadhan PP Muslimat NU yang diselenggarakan di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai pilar pergerakan perempuan Nahdliyin yang terus menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di tengah masyarakat.
Khofifah menegaskan, bahwa peran Muslimat NU tidak hanya berkontribusi bagi bangsa dan negara, tetapi juga dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan keberkahan bagi seluruh umat manusia.
Menurutnya, sebagai seorang ibu, anggota Muslimat NU memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan membangun karakter generasi muda sejak usia dini.
Sejalan dengan hal tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kebijakan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) yang membatasi akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.
"Untuk itu, kita menyampaikan terima kasih kepada Ibu Menkomdigi. Karena sudah mengeluarkan keputusan bahwa mulai tanggal 26 Maret, anak-anak di bawah 16 tahun sudah dilarang mengakses media sosial," ucapnya.
Khofifah mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk potensi adiksi gawai yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan perkembangan anak.
Ia menilai, tidak semua orang tua dapat terus-menerus memantau aktivitas digital anak-anaknya, sehingga kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga tumbuh kembang generasi muda.
Sementara itu, Ketua PP Muslimat NU Arifah Fauzi yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengapresiasi gagasan Khofifah dalam menghadirkan program Pesantren Ramadan Anak. Menurutnya, program tersebut kini mendapat dukungan dari enam kementerian serta Kementerian Koordinator PMK dan telah disebarluaskan ke berbagai daerah di Indonesia. (*)
Apa Reaksi Anda?