Kala Seragam Loreng Menjadi Asa Baru Warga Slempit Gresik
TMMD ke-128 di Desa Slempit, Gresik, membangun rumah warga, jalan usaha tani, hingga sumur bor untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat.
GRESIK - Siang itu, suara palu dan adukan semen terdengar bersahut-sahutan di sudut Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Di tengah terik matahari, sejumlah prajurit berseragam loreng tampak membaur bersama warga. Tangan mereka tak hanya piawai menggenggam senjata, tetapi juga terampil membawa cangkul, kayu, dan ember semen untuk membangun rumah warga.
Di salah satu sudut desa, rumah milik Sumani yang sebelumnya nyaris roboh kini perlahan berdiri lebih kokoh. Dinding yang dulu rapuh mulai terganti, atap bocor diperbaiki, dan lantai tanah berubah menjadi keramik.
Rumah ibu rumah tangga tersebut kini lebih layak huni. Tak lagi bocor saat hujan, memiliki ventilasi yang cukup, serta tampak lebih bersih, asri, dan sehat.
Program rehabilitasi rumah Sumani menjadi salah satu sasaran fisik dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.
Harapan Baru Warga Slempit
Kehadiran prajurit TNI sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 membawa harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan dan menempati rumah tidak layak huni.
Pada Jumat (15/5/2026), proses pembangunan rumah Sumani hampir rampung. Warga bersama anggota Satgas TMMD bergotong royong sejak pagi hingga sore hari.
Suasana hangat terasa ketika tentara dan masyarakat saling membantu tanpa sekat. Satu per satu bata ditumpuk, besi dirangkai, dan atap dipasang bersama-sama.
“Alhamdulillah, sekarang rumah saya mulai terlihat bagus. Tinggal finishing sedikit lagi,” ujar Sumani.
Rumah tersebut nantinya akan ditempati bersama anak dan cucunya. Baginya, bantuan itu bukan hanya soal bangunan, tetapi juga tentang hadirnya harapan dan kepedulian.
“Terima kasih pak tentara, akhirnya saya memiliki rumah yang layak huni. Saya tidak menyangka rumah saya berubah menjadi sangat bagus tanpa mengeluarkan biaya,” ujarnya.
Penerima manfaat perbaikan rumah lainnya adalah Cendani. Warga Dusun Lingsir, Desa Slempit, itu tak kuasa menahan haru melihat rumah barunya yang siap dihuni.
Bantuan yang datang untuk memperbaiki rumahnya menjadi harapan baru untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.
“Alhamdulillah sudah selesai dan siap dihuni,” ucapnya lirih.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras TNI dan masyarakat yang bergotong royong membangun rumahnya.
Tangis haru pecah ketika rumah tersebut selesai dibangun. Atap tak lagi bocor dan lantai tidak lagi beralaskan tanah.
“Saya sangat bersyukur. Saya menganggap bapak tentara seperti keluarga sendiri,” ungkapnya.
TNI Hadir untuk Masyarakat
Sementara itu, Komandan Satgas TMMD Gresik ke-128, Letkol Inf Fadly Subur, mengungkapkan perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu program prioritas TMMD.
“Total ada enam rumah warga yang kami perbaiki. Ini menjadi bukti TNI hadir di tengah masyarakat dan berdampak terhadap kesejahteraan warga,” ujarnya.
Menurut Letkol Fadly, TMMD menjadi bukti nyata kehadiran tentara bersama rakyat dalam membangun desa.
“Yang paling penting dari TMMD adalah kedekatan antara TNI dan rakyat. Saat bekerja bersama, ada rasa kekeluargaan yang tumbuh,” katanya.
Sasaran Fisik dan Nonfisik
Perwira menengah TNI AD tersebut menjelaskan, TMMD tahun ini berhasil melaksanakan sejumlah sasaran fisik, di antaranya pemeliharaan jalan aspal sepanjang 200 meter, pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang 139 meter dengan lebar 3,6 meter, serta pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 95 meter dengan tinggi 5 meter.
Selain itu, Satgas TMMD juga merehabilitasi Waduk Slempit, melakukan normalisasi irigasi sepanjang 120 meter, serta pengeboran air untuk pengairan sawah sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan.
“Kami juga melaksanakan program yang menjadi prioritas Kepala Staf Angkatan Darat, yakni pembuatan sumur bor untuk mendukung ketahanan pangan petani,” terangnya.
Selain sasaran fisik, TMMD juga berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program nonfisik, seperti sosialisasi kepesertaan KB, pelayanan administrasi kependudukan, kampanye gerakan masyarakat sehat, pembinaan posyandu, skrining kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
“Tak kalah penting, kami juga melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan, pemberian bantuan bibit ikan, serta edukasi penanganan sampah,” tambahnya.
Atas program tersebut, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, memberikan apresiasi tinggi, terutama terhadap program ketahanan pangan dan perbaikan rumah tidak layak huni.
Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat harus memberikan manfaat nyata, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan.
“Kalau rakyat bahagia, itu kebanggaan terbesar bagi kami. TMMD ini bukan hanya membangun, tetapi juga membangun harapan dan kebersamaan,” kata Brigjen TNI Kohir.
TMMD, Legacy TNI untuk Rakyat
Kehadiran prajurit TNI yang ikut membangun desa juga mendapat apresiasi dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.
Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi TNI dalam membantu pembangunan desa di Kabupaten Gresik.
“Kehadiran TNI langsung dirasakan masyarakat desa. Terima kasih Kodim dan para tentara atas dedikasinya membangun Gresik dari desa,” ujarnya.
Bupati Yani menegaskan program TMMD bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pembangunan desa secara terpadu.
Dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, ia berharap program tersebut menjadi legacy bagi masyarakat.
Lebih jauh, ia berharap seluruh sasaran program, baik fisik maupun nonfisik, mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami berharap setelah TMMD selesai, ekonomi masyarakat meningkat, kesejahteraan terangkat, dan kemiskinan dapat diminimalkan,” tutupnya.
Hal senada disampaikan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin. Menurutnya, TMMD merupakan bagian dari pembinaan teritorial dalam rangka pemberdayaan pertahanan wilayah darat untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini merupakan bukti nyata keseriusan TNI bersama pemerintah dalam mengatasi kesulitan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan dan percepatan pembangunan daerah,” jelasnya.
Pangdam berharap hasil pembangunan TMMD dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan terus dirawat secara berkelanjutan.
“Sehingga dapat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjadi tolok ukur keberhasilan TMMD yang akan datang,” tandasnya. (*)
Pewarta : Akmalul Azmi
Apa Reaksi Anda?