Kadis LH Kota Tasikmalaya Bersitegang dengan Aktivis Lingkungan

Insiden keributan yang melibatkan komunitas pecinta lingkungan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau Kadis LH Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mencuat setelah berlangsungn ...

September 26, 2023 - 01:00
Kadis LH Kota Tasikmalaya Bersitegang dengan Aktivis Lingkungan

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Insiden keributan yang melibatkan komunitas pecinta lingkungan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau Kadis LH Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mencuat setelah berlangsungnya puncak kegiatan World Cleanup Day (WCD) 2023 di Kota Tasikmalaya. Peristiwa ini terjadi di kawasan Objek Wisata Situ Gede, Kota Tasikmalaya, pada Senin pagi (25/9/2023). 

Situasi memanas ketika Kadis LH Kota Tasikmalaya mengeluarkan kata-kata yang dianggap kurang pantas kepada komunitas pecinta lingkungan. Insiden ini bermula dari pesan WhatsApp yang diduga dikirim oleh nomor Kadis LH kepada salah seorang anggota komunitas pecinta lingkungan pada Minggu (24/9/2023).

Pesan tersebut memuat pertanyaan mengenai kehadiran komunitas pecinta lingkungan dalam kegiatan pembersihan Sungai Ciwulan yang merupakan bagian dari rangkaian acara WCD 2023. Isi pesan tersebut adalah "Mana aing Ciwulan teh? Diajak bersih–bersih gak ada hah!" Kata "aing" dalam bahasa Sunda memiliki nada kasar.

Kata-kata dari Kadis LH memicu emosi para anggota komunitas pecinta lingkungan. Meskipun ada upaya dari warga dan anggota TNI untuk meredam situasi, keributan terus berlanjut karena para pecinta lingkungan merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan oleh Kadis LH.

Salah seorang anggota komunitas pecinta lingkungan yang menerima pesan WhatsApp dari Kadis LH Kota Tasikmalaya, Harniwan Obech, mengungkapkan bahwa setelah menerima pesan tersebut, mereka mencoba melakukan pelacakan dan mencari nomor kontak Kadis LH melalui pejabat lain. Dirinya merasa yakin nomor kontak tersebut pemiliknya adalah Kepala Dinas Lingkungan hidup setelah dirinya meminta nomor kontak Kadis LH kepada salah seorang pejabat di Pemerintah Kota Tasikmalaya dan nomornya pun sama.

"Pesan WhatsApp tersebut saya terima pada hari Minggu (24/9/2023) pukul 17.36 WIB, dan saya menjawabnya dalam waktu empat menit, tetapi tidak ada balasan. Saya bertanya lebih lanjut pada pukul 20.36 WIB, 'Maksudna kumaha' (maksudnya bagaimana), namun tetap tidak ada jawaban," terang Harniwan Obech.

Obech melanjutkan bahwa setelah beberapa upaya komunikasi yang gagal, dia mencoba menghubungi nomor lain milik Kadis LH melalui WhatsApp dan telepon seluler, tetapi tetap tidak mendapat respons, meskipun telepon berdering baik melalui WhatsApp maupun GSM.

Harniwan Obech sangat menyesalkan sikap yang ditunjukkan oleh Kadis LH Kota Tasikmalaya saat diminta klarifikasi. Hingga saat ini, komunitas pecinta lingkungan belum menerima penjelasan yang memadai. Namun, pengakuan awal bahwa ponsel Kadis LH Kota Tasikmalaya hilang bersama dengan nomornya menjadi sebuah pertanyaan besar.

"Meskipun HP-nya hilang, ada lagi satu HP yang saya hubungi, mengapa tidak ada respons? Jika ada niat baik, saya yakin dia akan merespons pesan WhatsApp saya melalui nomor yang lain. Perilaku kasar Kadis LH mencerminkan kepribadian yang kurang baik, terutama karena dia seorang pejabat dan perilaku ini dilakukan di depan masyarakat umum dan disaksikan oleh beberapa aparat TNI-Polri. Kami berharap pihak Penjabat (Pj) Wali Kota dapat mengevaluasi sikap yang ditunjukkan oleh Kadis LH," tegasnya.

Kejadian ini masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Kota Tasikmalaya karena video tersebut sempat viral di beberapa media sosial whatapps, youtube dan TikTok. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow