Joget Menjadi Model yang Mulai Diintensifkan di Acara Pekan Islami PT ACA ke XIX
Pekan Islami PT ACA ke-XIX di Malang meriah dengan model joget untuk membahagiakan 1.475 anak yatim. Iwan Kurniawan dan Bupati Sanusi menilai joget bantu lepas stres dan bangun percaya diri.
MALANG Joget menjadi model yang makin diintensifkan oleh Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Iwan Kurniawan, dihari keenam , Sabtu (7/3/2026) siang tadi saat melaksanakan program santunan anak yatim Pekan Islami PT ACA ke XIX.
Siang tadi ada tiga Kecamatan yang disasar Tim Pekan Islami PT ACA ke XIX, yakni Kcamatan Pagelaran dengan jumlah anak yatim yang disantuni 429 anak, Kecamatan Gondanglegi sebanyak 574 anak dan Kecamatan Kepanjen 472 anak. Jadi di hari keenam tadi total 1.475 anak yatim yang disantuni PT ACA.
Saat model ini mulai diintensifkan, Bupati Malang, H.M Sanusi MM, Sekwilda Kabupaten Malang, DR.Ir Budiar, MSi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Ir. H. Kholiq, M.AP, dan sejumlah pejabat muspika juga hadir.
Bahkan mereka ikut larut dalam kegembiraan anak-anak yatim yang sedang berjoget. Sesekali, baik Bupati maupun Sekwilda "nyawer" anak-anak yatim.
Mengapa harus joget? Ternyata Iwan Kurniawan punya alasan tersendiri. Ia telah membaca sebuah literatur bahwa secara ilmiah, joget itu menginspirasi kegembiraan karena melibatkan kombinasi unik antara aktivitas fisik, respons neurobiologis (otak), dan ekspresi emosional.
"Berjoget ini bukan hanya menggerakkan tubuh, tetapi juga melepaskan zat kimia "bahagia" di dalam otak," katanya.
Ada banyak cara menyenangkan hati anak yatim, dan Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan bersama Bupati Malang, HM Sanusi memilih berjoget bersama mereka. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)
Senada dengan Iwan Kurniawan, Bupati Malang pun juga memandang model joget ini sebagai pembahagia anak-anak yatim. "Saya berterimakasih kepada pak Iwan yang mencetuskan ide ini. Model joget ini memang digemari anak-anak. Membuat mereka senang, bahagia itu juga ibadah, apalagi terhadap anak yatim," katanya.
Bupati Malang juga memberi apresiasi tinggi terhadap program yang dilaksanakan PT ACA ini. Ia mendoakan agar Iwan Kurniawan selalu sehat-walafiat, panjang umur, banyak rezekinya, dan semakin banyak sumbangannya.
Saat joget, otak akan melepaskan endorfin (pereda nyeri alami), dopamin (penguat suasana hati), dan serotonin. "Hal itu yang kemudian menciptakan perasaan euforia dan mengurangi kecemasan," tambah Iwan.
Iwan juga membaca, joget itu terbukti secara ilmiah menurunkan tingkat kortisol (hormon stres) dalam tubuh, membuat tubuh terasa orang rileks dan suasana hati membaik.
"Sejak awal saya melaksanakan program santunan anak yatim yang kami kemas Pekan Islami PT Anugerah Citra Abadi ini, tujuan utama saya adalah ingin membuat anak-anak senang. Ingin mereka bahagia," ujar Iwan Kurniawan.
"Saya sangat berharap dengan membahagiakan mereka lewat joget, mereka akan semakin percaya diri, berani tampil sehingga kelak mereka akan menjadi orang yang mandiri," tambahnya. Ternyata model joget yang penerapannya diintensifkan mulai hari ini juga dinilai banyak manfaatnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, II Putukrejo, Gondanglegi, KH Hamim Kholili pun berharap apa yang dilakukan Iwan Kurniawan ii juga diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)
Usai menyantuni anak yatim di Pagelaran, Iwan Kurniawan juga mengunjungi Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, II Putukrejo, Gondanglegi, KH Hamim Kholili. Hanya selama sekitar setengah jam keduanya berbincang di kediaman Gus Hamim.
Hamim Kholili juga berterimakasih kepada PT ACA yang setiap tahun, secara istiqomah peduli terhadap masyarakat dibawah. "Bantuan yang diberikan itu pasti bermanfaatlah bagi anak-anak kita dan kaum dhuafa," katanya.
Hamim Kholili juga berharap pengusaha-pengusaha lain juga meniru Iwan Kurniawan. "Jangan hanya pak Iwan saja. Saya lihat kok sedikit sekali," tuturnya.
Dalam agama Islam, lanjut dia, sudah jelas, bahwa orang yang tidak mempedulikan anak yatim, atau tidak memperhatikan anak miskin, itu sebenarnya mendustakan agama. "Dalam Islam itu sangat esensi. Islam itu sangat sosial sekali, dan apa yang dilakukan pak Iwan itu menjadi contoh bagi kita semua, termasuk saya pun menjadikannya sebuah pelajaran. Pak Iwan saja yang seorang pengusaha peduli terhadap mereka, apalagi kita," kata Hamim Kholili.
Model berjoget dalam membahagiakan anak yatim ini oleh Iwan Kurniawan dipertimbangkan akan terus dilakukan selama pelaksanaan Pekan Islami PT Anugerah Citra Abadi dimasa masa yang akan datang selain juga akan dilakukan penilaian dan penghargaan terhadap anak-anak yatim yang berprestasi baik dibidang keagamaan maupun bidang akademik lainnya.(*)
Apa Reaksi Anda?