Dua Jemaah Haji Indonesia Kehilangan Paspor, PPIH Daker Bandara dan KJRI Jeddah Bergerak Cepat Terbitkan SPLP

Dua jemaah haji Indonesia dilaporkan mengalami kehilangan paspor saat proses kedatangan dan keberangkatan di Bandara Arab Saudi.

Juni 5, 2026 - 19:31
Dua Jemaah Haji Indonesia Kehilangan Paspor, PPIH Daker Bandara dan KJRI Jeddah Bergerak Cepat Terbitkan SPLP

JAKARTA - Dua jemaah haji Indonesia dilaporkan mengalami kehilangan paspor saat proses kedatangan dan keberangkatan di Bandara Arab Saudi.

Meski sempat menimbulkan kendala administratif, penanganan cepat dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memastikan kedua jemaah haji Indonesia tersebut tetap dapat melanjutkan perjalanannya. 

Kepala PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengungkapkan bahwa kedua jemaah haji Indonesia tersebut berasal dari kelompok terbang (kloter) yang berbeda.

"Ada dua jemaah haji yang kehilangan paspor," ujar Abdul Basir dalam keterangannya kepada Media Center Haji di Jeddah dikutip pada Jumat (5/6/2026).

Jemaah yang kehilangan paspor tersebut adalah Abas Suganda dengan nomor paspor X756XXXX yang tergabung dalam kloter KJT 04 rombongan 7.

Sementara satu jemaah lainnya, Siti Khodijah bin Sarjono, pemegang paspor nomor X712XXXX, berasal dari kloter JKG 4 yang menggunakan maskapai Saudia Airlines SV 5194.

Akibat kehilangan dokumen perjalanan tersebut, keberangkatan Siti Khodijah sempat dibatalkan. Untuk mengatasi masalah itu, PPIH daker Bandara segera mengurus penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) agar yang bersangkutan dapat diberangkatkan bersama kloter berikutnya.

Dalam proses penanganannya, Daker Bandara berkoordinasi secara intensif dengan Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah guna mempercepat penerbitan SPLP bagi kedua jemaah tersebut.

Kepala Daker Bandara memastikan seluruh proses berjalan dengan baik sehingga tidak ada jemaah yang tertinggal dalam waktu lama.

"Abas Suganda tetap dapat terbang dengan kloternya. Sementara Siti Khodijah dimutasi ke kloter KJT-5 dan terbang juga," ungkap Kadaker Bandara.

Menurut pihak Daker Bandara, kelancaran proses penerbitan dokumen darurat tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh jajaran imigrasi Indonesia di Arab Saudi.

Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah, Okky Aditya Yaqsa, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji yang menghadapi situasi darurat.

"KJRI berkomitmen menyelesaikan proses SPLP secepat mungkin demi pelayanan terbaik kepada jemaah haji. KJRI juga mendukung penuh PPIH Arab Saudi," tegas Okky.

Atas bantuan dan respons cepat yang diberikan, PPIH daker Bandara menyampaikan apresiasi kepada tim KJRI Jeddah yang telah membantu penyelesaian dokumen kedua jemaah tersebut.

"Kami sangat berterima kasih atas kerja cepat tim KJRI Jeddah," tandas Kadaker Bandara.(*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow