Jembatan Pajarakan Probolinggo Bakal Diperbaiki Agustus 2026, Pemerintah Siapkan Jalur Alternatif

Jembatan Pajarakan di Kabupaten Probolinggo, Jatim, akan diperbaiki bulan depan. Perbaikan akan memakan waktu 2,5 bulan. Pemerintah siapkan jalur alternatif.

Juli 9, 2026 - 12:01
Jembatan Pajarakan Probolinggo Bakal Diperbaiki Agustus 2026, Pemerintah Siapkan Jalur Alternatif

PROBOLINGGO - Jembatan Pajarakan KM SBY 119+320 di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang selama kerap rusak, bakal direhabilitasi mulai bulan depan. 

Pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai awal Agustus 2026 selama dua setengah bulan ke depan.

Untuk itu, Pemkab Probolinggo bersama Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jawa Timur menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi perbaikan jembatan tersebut, Rabu (8/7/2026). 

Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, didampingi Pejabat Pembuat Komitmen 1.1 PPK Jatim Wahyu Wibowo serta Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ali Rifki Mubarok.

Berbagai langkah mitigasi disepakati agar perbaikan berjalan lancar sekaligus meminimalkan gangguan mobilitas warga.

Sjaiful Efendi menjelaskan, sejumlah langkah disiapkan. Antara lain pembangunan jembatan sementara (Bailey Bridge) di sisi selatan jembatan utama, pengusulan pembukaan kembali akses Tol Kraksaan sebagai jalur pendukung, serta pengaturan ketat penggunaan jalan alternatif. 

“Kita hindari penggunaan jalan desa dan jalan kabupaten agar tidak cepat rusak. Jika terpaksa digunakan, jalur itu hanya untuk kendaraan ringan dan sepeda motor. Sedangkan kendaraan berat akan dialihkan lewat jalur Lumajang,” tegas Sjaiful. 

Pihaknya juga mendesak percepatan koordinasi dengan PT KAI terkait pemanfaatan lahan untuk pembangunan jembatan sementara, agar dapat diselesaikan bersamaan dengan pembongkaran jembatan utama. Nantinya jembatan Bailey hanya mampu menampung beban maksimal 8–10 ton. 

Sementara itu, PPK 1.1 Jawa Timur, Wahyu Wibowo, memastikan pelaksanaan pekerjaan akan tetap memperhatikan akses warga. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini berupa rehabilitasi, sehingga bentuk dan dimensi jembatan tidak berubah, tetap menggunakan rangka baja dengan lantai beton seperti sebelumnya.

Wibowo memperkirakan proses rehabilitasi berlangsung sekitar dua setengah bulan dengan jadwal pelaksanaan menyesuaikan kesiapan teknis di lapangan. 

“Kami akan segera berkoordinasi lebih lanjut terkait kesiapan teknis pembangunan jembatan sementara, agar masyarakat tetap bisa beraktivitas meskipun ada pembatasan selama proses perbaikan berlangsung,” ujar Wibowo. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow