Jemaah Haji Bondowoso Mulai Persiapan Pelaksanaan Puncak Ibadah Haji di Armuzna

Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), Kloter SUB 86 khususnya jemaah asal Bondowoso, mempersiapkan diri secara fisik maupun spiritual agar seluruh rangkai

Mei 25, 2026 - 09:31
Jemaah Haji Bondowoso Mulai Persiapan Pelaksanaan Puncak Ibadah Haji di Armuzna

BONDOWOSO - Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), Kloter SUB 86 khususnya jemaah asal Bondowoso, mempersiapkan diri secara fisik maupun spiritual agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan khusyuk.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Astono mengatakan seluruh jamaah telah mendapatkan arahan teknis terkait jadwal keberangkatan, tata tertib, hingga pembagian tenda selama pelaksanaan ARMUZNA.

“Jamaah diharapkan mengikuti seluruh arahan petugas kloter agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib, aman, dan nyaman. Terutama saat perpindahan dari hotel menuju Arafah hingga proses melontar jumrah di Mina,” ujarnya.

Menurutnya, pada Hari Senin (25/5/2026) pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), jemaah mulai melakukan persiapan ihram, mulai mandi ihram, melaksanakan sunnah ihram hingga mengenakan pakaian ihram. 

Setelah itu, jemaah melaksanakan salat Ashar dan salat sunnah ihram sebelum beristirahat di kamar masing-masing.

Selanjutnya kata dia, jemaah diminta menunggu instruksi resmi petugas sebelum turun ke lobby hotel untuk proses keberangkatan menuju Arafah. Jemaah juga diimbau tidak turun lebih awal demi menjaga ketertiban dan kelancaran mobilisasi.

“Niat haji akan dipandu di dalam bus oleh Karom dan Karu pendamping. Selama perjalanan menuju Arafah, jamaah dianjurkan memperbanyak membaca talbiyah,” tambah Astono.

Dalam pelaksanaan wukuf di Arafah, jemaah Kloter SUB 86 akan menempati beberapa tenda, masing-masing dua tenda utama berkapasitas 151 jamaah, serta tenda gabungan bersama Kloter SUB 85 dan SUB 87.

Astono juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dengan tidak terlalu banyak beraktivitas di luar tenda, memperbanyak dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, serta menjaga ketenangan selama ibadah berlangsung. Petugas juga menegaskan larangan merokok di dalam tenda.

Usai wukuf, jemaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah sekitar pukul 01.00 dini hari setelah melaksanakan salat jamak Maghrib dan Isya. Jemaah kemudian melaksanakan mabit di Muzdalifah hingga pagi hari sebelum diberangkatkan menuju Mina menggunakan bus.

“Jemaah yang tiba lebih awal di Mina diminta tidak berangkat sendiri ke Jamarat tanpa pendampingan petugas syarikah maupun pembimbing ibadah,” ungkapnya.

Pelaksanaan lempar jumrah nantinya akan mengikuti jadwal resmi dari syarikah. Jemaah juga diminta tetap kompak dalam rombongan, memperhatikan bendera penanda kloter, serta mengikuti arahan pemandu agar tidak terpisah dari kelompoknya.

Sementara untuk penempatan tenda di Mina, jamaah perempuan akan ditempatkan di Tenda Nomor 15, sedangkan jamaah laki-laki berada di Tenda Nomor 15 dan 16.

Astono berharap seluruh jamaah Kloter SUB 86 diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

“Semoga seluruh jamaah memperoleh haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow