Jaga Akar Tradisi, Sanggar Seni Dharma Budaya Pasuruan Siapkan Pergelaran 'Citra Peduli Budaya'

Di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi yang kian masif, komitmen untuk menjaga warisan budaya leluhur terus menyala di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Juli 6, 2026 - 12:30
Jaga Akar Tradisi, Sanggar Seni Dharma Budaya Pasuruan Siapkan Pergelaran 'Citra Peduli Budaya'

MALANG - Di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi yang kian masif, komitmen untuk menjaga warisan budaya leluhur terus menyala di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Menyambut hari jadinya yang dinanti-nanti, Sanggar Seni Dharma Budaya Kota Pasuruan bersiap kembali menghentak panggung seni melalui sebuah pagelaran tahunan yang sarat akan makna tradisi.

Tahun ini, sanggar legendaris tersebut mengusung tajuk 'Citra Peduli Budaya'.

Judul ini diusung bukan sekadar sebagai nama acara, melainkan sebuah manifestasi identitas murni yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak dahulu kala di dalam lingkungan sanggar.

Acara yang dinilai menjadi oase pelestarian budaya di tengah masyarakat perkotaan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 mendatang. Lokasi yang dipilih pun sangat representatif, yakni di Gedung Kesenian Dharmoyudho, Kota Pasuruan.

Sebagai informasi, Sanggar Seni Dharma Budaya Kota Pasuruan merupakan salah satu pilar utama penggerak kesenian daerah, khususnya dalam bidang seni tari tradisional.

Berdiri kokoh sebagai wadah enkulturasi budaya bagi anak-anak dan remaja, sanggar ini secara konsisten menjadi jembatan pelestarian agar seni tari tradisional tetap melekat kuat di dalam jiwa generasi muda.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, sanggar ini terus aktif melahirkan penari-penari muda berbakat yang bangga akan identitas budaya daerahnya.

Pemilihan Gedung Kesenian Dharmoyudho dipandang sangat strategis dan fungsional.

unmer
-

Selain memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh daerah, kapasitas gedung yang lapang dinilai mampu menampung antusiasme penonton yang selalu membeludak di setiap penyelenggaraannya.

"Karena itu sudah difasilitasi oleh pemerintah, jadi sayang kalau kita tidak pakai. Selain itu juga gedung kesenian besar jadi cukup menampung penonton dan penampil dalam jumlah yang banyak," ujar Pembina Sanggar Seni Dharma Budaya.

Nantinya, pagelaran ini dirancang untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, wali murid, hingga aparatur pemerintah daerah dipastikan turut serta menyaksikan kemeriahan momen sakral ini.

Ratusan pengunjung diprediksi akan memadati area gedung pertunjukan untuk menikmati keelokan gerak tari tradisional yang disajikan.

Guna menyebarluaskan semangat pelestarian budaya ini, panitia penyelenggara turut menerapkan strategi promosi kreatif.

Memadukan unsur tradisional dan modern, mereka gencar melakukan promosi berbasis konten digital di media sosial serta penyebaran poster di berbagai titik strategis Kota Pasuruan.

Langkah modern ini sengaja diambil untuk menarik minat target penonton dari kalangan lintas generasi, baik anak muda milenial, Gen Z, maupun orang tua.

Melalui pesan visual yang kuat, acara ini membawa misi mendalam sebagai pengingat kolektif agar masyarakat tidak melupakan akar budayanya sendiri.

Pembina sanggar menaruh harapan besar agar pagelaran tahunan ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga dapat memantik rasa kepemilikan dan kebanggaan yang tinggi terhadap kekayaan budaya Nusantara.

"Dalam pagelaran ini diharapkan semua kalangan bisa melestarikan dan bangga mempunyai budaya yang kita miliki, jangan sampai budaya kita hilang tertelan zaman," tegas sang Pembina memungkasi.

Sebuah pesan dan alarm pengingat yang kuat agar warisan leluhur bangsa tetap hidup, bernapas, dan tidak punah digilas oleh roda modernisasi. b

(Pewarta: Muhammad Ilham Ari Wahyudi_Mahasiswa Ilkom FISIP UNMER Malang)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow