ITdBI Absen, Banyuwangi Siap Gelar 2 Event Balap Sepeda Internasional 2026
Meski ITdBI dipastikan tidak digelar pada 2026, Banyuwangi tetap menghadirkan dua event balap sepeda kelas dunia dalam kalender Banyuwangi Attraction tahun ini.
BANYUWANGI - Meski ajang balap sepeda andalan, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) dipastikan tidak digelar pada 2026, Banyuwangi tetap menghadirkan dua event balap sepeda kelas dunia dalam kalender Banyuwangi Attraction tahun ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, M Alfin Kurniawan, menyampaikan bahwa dua ajang tersebut adalah Banyuwangi BMX Supercross 2026 dan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026.
“Meski ITdBI tahun ini tidak digelar, Banyuwangi tetap menghadirkan event internasional lainnya di cabang balap sepeda. Ini menjadi bukti bahwa komitmen kami dalam mengembangkan sport tourism tetap berjalan,” kata Alfin, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).
Alfin menjelaskan, Banyuwangi BMX Supercross 2026, bakal berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
Balap sepeda Banyuwangi Ijen Geopark Downhill di Sirkuit Gantasan. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Ajang ini telah masuk kalender resmi federasi balap sepeda dunia, Union Cycliste Internationale (UCI), dengan kategori Class 1.
Digeber di salah satu sirkuit BMX terbaik di dunia, kompetisi ini akan mempertandingkan berbagai kelas, mulai dari Challenge Boys & Girls, Challenge Men, Master, hingga kelas bergengsi seperti Championship Elite, Championship Junior, dan Championship U23.
“Kehadiran atlet dari berbagai negara, ditambah dengan digelar di sirkuit berlevel internasional untuk supercross satu-satunya di Indonesia, dipastikan akan menambah daya tarik event ini,” ujar Alfin.
Selain itu, Banyuwangi juga akan menggelar BIG Downhill 2026 pada 19–20 September 2026. Ajang balap sepeda downhill ini menawarkan lintasan menantang di Sirkuit Gantasan, dengan panorama alam pegunungan Ijen yang menjadi ciri khas Bumi Blambangan.
BIG Downhill juga telah masuk kalender resmi UCI Class 1, sehingga diproyeksikan menjadi salah satu ajang bergengsi yang mampu menarik pebalap dunia sekaligus wisatawan.
“Dengan tetap hadirnya dua event internasional ini, kami optimistis sektor pariwisata dan ekonomi daerah akan terus bergerak. Banyuwangi akan tetap menjadi destinasi yang menarik, baik bagi atlet maupun wisatawan,” tutup Alfin. (*)
Apa Reaksi Anda?