ISNU Jatim Perkuat Ekonomi Syariah, Latih 120 UMK Masuk Marketplace
ISNU Jawa Timur menggelar pelatihan marketplace bagi 120 pelaku UMK halal sekaligus Muskerwil III dan halalbihalal di Surabaya, guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
SURABAYA - Upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur terus didorong berbagai pihak. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur melalui Lembaga Solusi Halal (LSH) menggelar tiga agenda sekaligus, yakni pelatihan platform marketplace bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK), halalbihalal, serta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III.
Pelatihan marketplace bagi UMK dan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) ini berlangsung pada Sabtu–Minggu, 18–19 April 2026, di Leedon Hotel & Suites, Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi ISNU Jatim untuk meningkatkan daya saing produk halal melalui digitalisasi pemasaran.
Pelaksana Tugas Ketua ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, SH, MHum, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mensinergikan pelaku usaha dengan pendamping halal agar produk lokal mampu menjangkau pasar lebih luas.
“Pelatihan ini dirancang untuk mensinergikan pelaku usaha dengan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) agar produk halal lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas secara profesional,” ujarnya.
Sebanyak 120 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Bangkalan, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Mojokerto Raya, Malang Raya, Pasuruan Raya, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Banyuwangi, Trenggalek, hingga Sumenep.
Pada hari yang sama, ISNU Jawa Timur juga menggelar halalbihalal dan Muskerwil III yang dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum PP ISNU Prof. Kamaruddin Amin, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Prof. Kacung Marijan, serta Wakil Ketua Umum PP ISNU Prof. M. Mas’ud Said.
Wakil Ketua PW ISNU Jawa Timur, Dr. Muhammad Yasin, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara ISNU dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pelaksanaan program-program strategis.
“Kita bersyukur kondisi ekonomi global tidak berpengaruh signifikan bagi Provinsi Jawa Timur,” ujarnya. Ia menilai, pelatihan marketplace ini selaras dengan program Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelatihan, H. Sumangat, menyebut kegiatan halalbihalal dan Muskerwil III dihadiri sekitar 145 anggota ISNU. Forum tersebut, kata dia, menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan langkah strategis organisasi.
“Inilah forum untuk mengambil langkah strategis bagi kepentingan organisasi dan sebagai tanggung jawab intelektual NU untuk memajukan masyarakat,” katanya.
Dalam pelatihan, peserta memperoleh materi terkait ekspansi bisnis, akses permodalan UMK, pengelolaan usaha daring, hingga strategi pemasaran digital. ISNU Jatim juga menghadirkan pakar dan praktisi bisnis guna mendukung peningkatan kapasitas peserta.
Selain itu, pelatihan ini mencakup pendampingan teknis on boarding atau pembukaan toko di marketplace, optimalisasi strategi pemasaran, serta penyusunan deskripsi produk yang efektif.
Sumangat menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi digital pelaku usaha binaan ISNU Jawa Timur, sekaligus memperkuat peran P3H dalam mendampingi keberlanjutan bisnis UMK berbasis halal. (*)
Apa Reaksi Anda?