Iran Ancam Blokir Jalur Ekspor-Impor di Tiga Perairan Strategis Akibat Blokade AS
Militer Iran melalui Markas Besar Khatam al-Anbiya mengancam akan memblokir jalur maritim strategis di Teluk dan Laut Merah sebagai respons atas blokade angkatan laut Amerika Serikat.
JAKARTA - Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ) mengeluarkan ancaman untuk memblokir seluruh jalur ekspor dan impor di kawasan Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah. Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Komandan KCHQ, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menegaskan bahwa tindakan blokade maritim yang dilakukan AS merupakan tindakan ilegal dan agresif. Menurutnya, gangguan terhadap keamanan kapal dagang serta kapal tanker minyak Iran dapat memicu berakhirnya kesepakatan gencatan senjata.
"Jika AS terus melakukan tindakan blokade maritim ilegal serta menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan kapal tanker minyak Iran, maka langkah-langkah tersebut akan dianggap sebagai awal untuk melanggar kesepakatan gencatan senjata," ujar Abdollahi dalam pernyataan resmi yang disiarkan Kantor Berita Fars, Rabu (15/4/2026).
Ia memperingatkan bahwa apabila blokade tersebut berlanjut, angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan aktivitas pelayaran ekspor maupun impor apa pun di jalur perairan strategis, termasuk Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.
Ketegangan ini meningkat setelah AS mulai memberlakukan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan Iran sejak Senin (13/4). Keputusan tersebut diambil Washington menyusul kegagalan pembicaraan langsung kedua negara di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu.
Konflik ini merupakan kelanjutan dari eskalasi militer yang pecah pada 28 Februari silam, saat AS dan Israel meluncurkan serangan udara ke sejumlah titik di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil. Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Otoritas Iran melaporkan bahwa lebih dari 3.300 orang telah tewas akibat serangan udara gabungan AS-Israel sejak operasi militer tersebut dimulai. Kondisi terkini di jalur perairan internasional tersebut kini berada dalam pengawasan ketat dunia global seiring dengan meningkatnya ancaman penutupan jalur logistik utama dunia. (*)
Apa Reaksi Anda?