IPSI Kabupaten Blitar Perkuat Soliditas Organisasi, Fokus Pembinaan Atlet dan Persiapan Popda 2026
Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga soliditas organisasi dan fokus pada pembinaan atlet.
BLITAR - Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga soliditas organisasi dan fokus pada pembinaan atlet. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat rutin pengurus yang digelar pada Sabtu (30/5/2026).
Selain menjadi forum koordinasi internal, rapat tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai agenda pertandingan yang akan dihadapi atlet pencak silat Kabupaten Blitar dalam waktu dekat.
Ketua Dewan Pakar IPSI Kabupaten Blitar, Nurhudiana, mengatakan rapat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana menyamakan persepsi di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
“Rapat ini rutin untuk koordinasi pengurus. Hari ini kita membahas beberapa fenomena yang terjadi supaya tidak ada salah paham. Kita sepakat bahwa roh IPSI adalah kebersamaan,” ujar Nurhudiana.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama IPSI Kabupaten Blitar adalah mewadahi pembinaan prestasi atlet pencak silat sekaligus melestarikan budaya bangsa melalui olahraga tradisional tersebut.
Karena itu, seluruh pengurus dan anggota diminta tetap fokus pada pengembangan atlet serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi mengganggu jalannya organisasi.
“Tugas IPSI adalah mewadahi pembinaan prestasi pencak silat. Jadi mari kembali ke tujuan utama IPSI Kabupaten Blitar dan jangan terprovokasi hal-hal yang justru merusak kebersamaan,” katanya.
Bahas Agenda Kejuaraan hingga Popda Jatim 2026
Dalam rapat tersebut, pengurus juga membahas sejumlah agenda pertandingan yang akan diikuti atlet pencak silat Kabupaten Blitar, mulai dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), berbagai kejuaraan daerah, hingga persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Popda Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2026. Sementara petunjuk teknis pelaksanaan masih menunggu penerbitan resmi dari pihak terkait.
Nurhudiana menegaskan seluruh program yang dijalankan IPSI Kabupaten Blitar selama ini selalu diputuskan melalui mekanisme musyawarah bersama.
Ia sekaligus membantah anggapan yang menyebut organisasi tidak transparan dalam pelaksanaan kegiatan maupun proses penentuan atlet.
“Kalau ada penilaian di luar bahwa IPSI tidak transparan, itu tidak benar. Dari awal semua kegiatan selalu dimusyawarahkan bersama. Seleksi atlet dilakukan secara terbuka dan yang mewakili daerah harus yang terbaik. Tidak ada memilih satu perguruan tertentu,” tegasnya.
Kesempatan Sama untuk Seluruh Perguruan
Menurut Nurhudiana, prinsip keterbukaan juga diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi pelatih maupun juri.
Seluruh perguruan pencak silat yang tergabung dalam IPSI Kabupaten Blitar, kata dia, selalu diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut.
“Kita selalu menawarkan kepada seluruh anggota untuk ikut diklat pelatih maupun juri. Harapannya semua perguruan bisa berkembang dan memiliki standar pembinaan yang sama. Nanti ketika bertanding di gelanggang akan terlihat siapa yang benar-benar berlatih dengan tekun,” ujarnya.
Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan Popda Jawa Timur 2026.
Pengurus IPSI Kabupaten Blitar sepakat bahwa proses seleksi atlet dilakukan secara terbuka dan objektif berdasarkan kemampuan yang ditunjukkan di arena pertandingan.
“Tadi kita juga sepakat menyukseskan Popda. Kalau ada seleksi, ya seleksi bersama-sama. Nanti yang berbicara adalah hasil pertandingan dan kualitas atlet yang dibina oleh masing-masing perguruan,” kata Nurhudiana.
Ia berharap seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Blitar terus menjaga semangat persatuan, kebersamaan, dan sportivitas demi melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Dengan semangat musyawarah dan kekompakan yang terus dijaga, IPSI Kabupaten Blitar optimistis dapat menghadapi berbagai agenda olahraga mendatang sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Blitar sebagai salah satu daerah dengan tradisi pencak silat yang kuat di Jawa Timur. (*)
Apa Reaksi Anda?