Investasi Jember 2025 Tembus Rp2,57 Triliun, Naik 70 Persen dan Serap Hampir 10 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah Kabupaten Jember mencatat capaian signifikan di sektor investasi sepanjang 2025.

April 7, 2026 - 06:54
Investasi Jember 2025 Tembus Rp2,57 Triliun, Naik 70 Persen dan Serap Hampir 10 Ribu Tenaga Kerja

JEMBER Pemerintah Kabupaten Jember mencatat capaian signifikan di sektor investasi sepanjang 2025.

Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, realisasi investasi daerah ini mencapai Rp2,57 triliun atau meningkat 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi di Jember.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, Isnaini Dwi Susanti, menyebut capaian ini merupakan hasil dari strategi “Rumpun Investasi” yang dijalankan secara terintegrasi dan kolaboratif antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Berdasarkan data resmi, investasi di Jember didukung oleh 410 pelaku usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 47 pelaku usaha Penanaman Modal Asing (PMA).

Sektor properti masih mendominasi, namun tren diversifikasi industri mulai terlihat.

Isnaini Dwi Susanti

Tiga sektor utama penyumbang investasi terbesar meliputi real estate (perumahan, kawasan industri, dan perkantoran); industri makanan dan minuman, termasuk pengolahan tembakau; dan industri kimia dan farmasi, termasuk produk obat tradisional.

"Kami menyadari bahwa saat ini investasi masih terpusat di sektor real estate. Namun, dominasi PMDN baik skala UMK maupun Non-UMK menunjukkan bahwa gairah pengusaha lokal di Jember sangat tinggi, sejalan dengan tren di Jawa Timur," ujar Isnaini, Senin (6/4/2026).

Masuknya investasi tersebut turut berdampak pada sektor ketenagakerjaan dengan penyerapan hampir 10 ribu tenaga kerja.

Pemerintah daerah, lanjut Isnaini, tidak hanya berfokus pada nilai investasi, tetapi juga kualitasnya.

Melalui kebijakan Universal Health Coverage (UHC) yang diinisiasi bupati, seluruh investor diwajibkan menjamin perlindungan kesehatan pekerja.

"Kami secara rutin melakukan pendampingan dan mengingatkan bahwa kemajuan usaha harus berbanding lurus dengan perlindungan kesehatan tenaga kerja," tambahnya.

Untuk menghadapi tantangan inflasi, Pemkab Jember juga menyiapkan sejumlah strategi agar investasi berdampak langsung pada masyarakat. Program tersebut antara lain percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan pelaku usaha dan petani lokal, hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi dan tembakau, serta revitalisasi destinasi wisata seperti Puncak Rembangan dan kawasan Watu Ulo–Papuma.

Dari sisi pelayanan, kemudahan perizinan menjadi faktor pendorong masuknya investasi.

Inovasi JELITA (Jember Layanan Digital Perizinan Terpadu) serta layanan terpadu di tiga titik strategis dinilai mampu memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi.

Memasuki 2026, DPMPTSP Jember menargetkan peningkatan kualitas investasi dengan fokus pada penguatan regulasi dasar seperti RTRW dan RDTR, penyediaan data potensi yang tervalidasi, serta penguatan kemitraan strategis antara BUMD dan lembaga riset.

"Target kami di 2026 bukan sekadar nilai kuantitas investasi, tapi seberapa patuh dan aktif pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat di Jember. Kami optimistis tren kenaikan ini akan terus berlanjut," tutup Isnaini. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow