Ini Deretan Proyek Strategis PUPR-PKP Kota Probolinggo yang Siap Digarap 2026
– Memasuki tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo tidak hanya sibuk dengan urusan rutin perbaikan jalan. Ada tujuh proy
PROBOLINGGO Memasuki tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo tidak hanya sibuk dengan urusan rutin perbaikan jalan. Ada tujuh proyek strategis siap digarap, dua Proyek siap dilaunching,
Berdasarkan paparan Kepala PUPR- PKP Setyorini Sayekti, dalam Rapat Dengan Pendapat bersama Komisi III, Senin (2/3/2026). Ada tujuh proyek di tahun 2026 ini siap untuk digarap.
Beberapa di antaranya bahkan telah masuk dalam skala prioritas Wali Kota Probolinggo karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah rencana preservasi Jalan HOS Cokroaminoto. Proyek ini sempat menjadi perdebatan hangat di DPRD lantaran tidak hanya menyangkut teknis konstruksi, tetapi juga potensi konflik sosial. Pasalnya, di sepanjang ruas jalan tersebut berdiri bangunan permanen dan semi permanen di atas trotoar .
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, menjelaskan bahwa preservasi Jalan Cokroaminoto akan mengadopsi pola penataan seperti di Jalan Ikan Tengiri, Kelurahan Mayangan.
Pengerjaannya mencakup pembangunan drainase baru, peningkatan kualitas trotoar, hingga pemasangan penerangan jalan umum (PJU) .
"Dimulai dari sisi barat dulu. Di sana kawasan padat penduduk, menjadi prioritas kepala daerah untuk segera dibenahi," ujar Rini, sapaan akrabnya.
Komisi III sendiri meminta agar proses sosialiasi diperkuat sebelum proyek senilai Rp5,5 miliar itu berjalan .
"Efek sosialnya bisa berpotensi besar. Kalau Pak Wali sampai bisa menyelesaikan konflik di bawah itu, saya acungi jempol," tegas anggota Komisi III DPRD, Robit Riyanto .
Selain penataan di kawasan padat, dua ruas jalan lain yang masuk prioritas adalah Jalan Citarum dan Jalan Kerinci. Keduanya bakal dilebarkan dengan total anggaran mencapai Rp3,5 miliar.
Pelebaran Jalan Kerinci sebesar Rp2,5 miliar ditujukan untuk mendukung akses menuju kawasan industri.
Sementara Jalan Citarum dengan anggaran Rp 1 miliar diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Curahgrinting, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja .
"Kami hanya menganggarkan pelebaran pada dua jalan itu, sebab menjadi prioritas Wali Kota," terang Rini .
Anggota Komisi III DPRD, Heri Poniman, bahkan mengusulkan agar anggaran Jalan Citarum dinaikkan menjadi Rp2,5 miliar agar pelebaran bisa maksimal di kedua sisi jalan. "Fokusnya pelebaran dulu, baru yang lain," katanya .
Di sektor gedung pemerintahan, pembangunan sisi selatan Gedung DPRD juga masuk daftar dengan alokasi Rp 3 miliar. Proyek ini merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya dan ditargetkan rampung sesuai dengan perencanaan multi-years.
Sementara itu, di tengah tingginya curah hujan awal tahun ini, Dinas PUPR-PKP juga bergerak cepat menangani titik-titik rawan banjir.
Penanganan darurat dilakukan di sejumlah drainase dan sungai, termasuk pemasangan sesek bambu di plengsengan sungai Jalan KH Fadhol yang ambrol. Pemerintah kota bahkan telah berkoordinasi dengan provinsi untuk penanganan jangka panjang .
"Kami sudah menyiapkan langkah darurat. Sejak lama kami bersurat meminta perbaikan, namun belum tertangani hingga akhirnya terjadi longsor," ungkap Rini.
Pembangunan infrastruktur di Kota Probolinggo tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang bagaimana menyelesaikan persoalan warga dari akarnya. (*)
Apa Reaksi Anda?