Dinsos Kota Malang Turun Tangan Dampingi Siswi Korban Pencabulan Oknum Ojol

- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang bergerak cepat memberikan pendampingan psikologis terhadap MCR (14)

Mei 23, 2026 - 11:31
Dinsos Kota Malang Turun Tangan Dampingi Siswi Korban Pencabulan Oknum Ojol

MALANG - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang bergerak cepat memberikan pendampingan psikologis terhadap MCR (14), siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) asal Kecamatan Blimbing yang menjadi korban persetubuhan oleh oknum ojek online (ojol) berinisial WHS (39).

Tak hanya fokus pada proses hukum, Dinsos Kota Malang kini memprioritaskan pemulihan mental korban yang diduga mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa tersebut. Pendampingan dilakukan bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito mengatakan, pihaknya langsung dilibatkan setelah kasus itu masuk penanganan kepolisian. Korban saat ini mendapat pendampingan psikologi hingga psikiatri untuk memastikan kondisi mentalnya tetap terjaga selama proses penyidikan berjalan.

“Penanganan yang kami lakukan berupa pendampingan psikologi maupun psikiatri. Setelah kasus dilaporkan dan pemeriksaan dilakukan, pihak kepolisian menghubungi kami untuk membantu pendampingan korban,” ujar Donny, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Donny, secara fisik korban terlihat dalam kondisi baik. Namun, pihaknya tidak ingin mengabaikan potensi trauma mendalam yang bisa muncul setelah kejadian tersebut. Karena itu, pemeriksaan psikologis dilakukan secara intensif dan hasilnya akan diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari kelengkapan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kalau kondisi fisik terlihat baik-baik saja. Tetapi laporan pemeriksaan psikologinya masih belum keluar dan nanti akan kami serahkan ke pihak kepolisian untuk melengkapi BAP,” ungkapnya.

Dari hasil pendampingan sementara, korban diduga menjadi sasaran manipulasi emosional pelaku. Tersangka disebut membujuk korban agar mau datang ke rumahnya hingga akhirnya terjadi aksi asusila tersebut.

“Menurut keterangan korban, ada dugaan manipulatif dari pelaku. Namun kami tidak bisa menyampaikan terlalu detail karena sudah masuk ranah penyidikan kepolisian,” imbuhnya.

Donny juga mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah pihak sekolah mencurigai hubungan tidak wajar antara pelaku dan korban. Pelaku disebut kerap menjemput hingga menunjukkan kedekatan berlebihan kepada korban.

“Pihak sekolah curiga dengan perilaku antara pelaku dan korban. Setelah orang tua dipanggil dan korban dimintai keterangan lebih lanjut, akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi,” jelasnya.

Selain melakukan pendampingan, Dinsos Kota Malang juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendeteksi perubahan perilaku anak. Orang tua diminta lebih peka apabila anak mendadak berubah menjadi pendiam, murung, atau menarik diri dari lingkungan sekitar.

“Awasi perilaku anak baik di rumah maupun di lingkungan pergaulan. Kalau biasanya ceria lalu mendadak murung dan suka mengurung diri di kamar, itu harus jadi perhatian. Dekati dan ajak bicara agar anak merasa aman untuk terbuka,” pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow