HJKS ke-733, Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Pembangunan Harus Fokus pada Kesejahteraan Warga
Pada Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengingatkan pentingnya prioritas pendidikan, kesehatan, dan rumah layak huni bagi warga.
SURABAYA - Di perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari megahnya infrastruktur.
Tetapi, pendidikan, kesehatan, dan rumah layak huni harus tetap menjadi prioritas agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh warga.
Menurut Ipuk, sapaan lekatnya, di usia 733 tahun, Surabaya telah berkembang menjadi salah satu kota terbesar dan paling maju di Indonesia. Namun, pembangunan ke depan harus semakin berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Selain infrastruktur, kebutuhan dasar masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama. Pendidikan, kesehatan, dan fasilitas hunian yang layak harus terus diperkuat agar kesejahteraan warga semakin meningkat," ujarnya, Senin (1/6/2026).
Legislator PDIP Surabaya itu menegaskan, DPRD Surabaya akan terus mengawal berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebagai lembaga pengawasan dan penganggaran, DPRD berkomitmen mendorong kebijakan yang mampu memberikan dampak nyata bagi warga.
"Pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang tidak hanya menghadirkan jalan, gedung, atau fasilitas publik yang baik, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari," terangnya.
Dalam momentum HJKS ke-733, Ipuk juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan toleransi yang selama ini menjadi kekuatan Kota Pahlawan.
Ia menilai keberhasilan Surabaya tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, komunitas, hingga warga di tingkat kampung.
"Surabaya dibangun dengan semangat kebersamaan. Karena itu seluruh elemen masyarakat harus terus dilibatkan dalam pembangunan agar kota ini semakin maju dan manfaatnya bisa dirasakan semua lapisan warga," katanya.
Ipuk berharap, Surabaya di usia ke-733 tahun tidak hanya dikenal sebagai kota dengan pembangunan yang pesat, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
"Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan warga. Surabaya harus menjadi kota yang humanis, modern, dan menjadi kebanggaan generasi mendatang," tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?