Hilal Tak Terlihat di Pantai Srau Pacitan, Kriteria Imkanur Rukyat Belum Terpenuhi
Secara astronomis posisi hilal di wilayah Pacitan masih berada di bawah batas minimal kriteria visibilitas.
PACITAN Hasil rukyatul hilal di Pantai Srau, Kabupaten Pacitan, Kamis (19/3/2026), belum menunjukkan kemunculan hilal. Temuan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam menetapkan awal bulan Hijriah.
Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama Pacitan, Luluk Usman, menyatakan secara astronomis posisi hilal di wilayah Pacitan masih berada di bawah batas minimal kriteria visibilitas.
“Secara hitungan, posisi hilal masih rendah sehingga belum memungkinkan untuk diamati dari Pacitan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tinggi hilal saat pengamatan tercatat sekitar 1,57 derajat. Selain itu, pemantauan di lapangan yang dilakukan tim dengan berbagai alat bantu juga belum menunjukkan adanya tanda-tanda kemunculan hilal.
“Seluruh tim yang melakukan pengamatan belum mendapatkan penampakan hilal,” katanya.
Dari sisi parameter lain, elongasi hilal juga masih berada di bawah ambang batas yang dipersyaratkan. Nilainya tercatat 4,47 derajat, sementara standar minimal berada di angka 6,4 derajat.
“Dengan kondisi tersebut, secara kriteria imkanur rukyat memang belum terpenuhi,” kata Luluk.
Hasil rukyatul hilal dari Pacitan ini selanjutnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama sebagai bagian dari data nasional. Laporan serupa dari berbagai daerah akan menjadi dasar dalam sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Hijriah.
Pemerintah melalui Kementerian Agama akan mengambil keputusan akhir setelah mempertimbangkan hasil rukyat dan perhitungan hisab secara menyeluruh. (*)
Apa Reaksi Anda?