Hikmah Iduladha, Memaknai Pentingnya Pendidikan dan Menjaga Keluarga
Ibadah Salat Iduladha 1447 Hijriah digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kabupaten Malang, di area Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (27/5/2026). Pesan nilai ketaatan dan menjaga keluarga disampaikan kha
MALANG - Ibadah Salat Iduladha 1447 Hijriah digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kabupaten Malang, di area Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (27/5/2026). Pesan nilai ketaatan dan menjaga keluarga disampaikan khatib Salat Ied.
Dalam kegiatan Salat Ied ini, bertundak selaku imam salat Azis Ma'rifatullah, S.Pd. Sedangkan khutbah Iduladha disampaikan Prof. Dr. Khozin, M.Si. Salat Ied dimulai tepat pukul 06.30 WIB.
Dalam ceramahnya, khatib menyampaikan bahwa perintah dalam ajaran idul qurban tidak sekadar melakukan penyembelihan hewan kurban.
"Makna penting dari Iduladha diantaranya adalah kerelaan menjalankan perintah berkurban seperti dilakukan Nabi Ibrahim, tetapi juga sesuatu (pendidikan) yang akan ditanamkan kepada anak-anak kita, kepada Ismail, putra beliau. Kemudian, bukti yang dihasilkan dari yang ditanamkan atau diajarkan itu, serta model pendidikannya," terang Prof. Khozin mengawali khutbahnya.
Ia kemudian menyinggung kandungan
Al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 46.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Yā ayyuhallażīna āmanū inna min azwājikum wa awlādikum ‘aduwwal lakum.
"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu itu nanti suatu saat bisa menjadi musuh bagimu."
Lalu, dibacakan ayat ke-15 surat At-Taghabun:
Innamā amwālukum wa awlādukum fitnah.
"Sesungguhnya harta bendamu dan juga anak-anakmu itu adalah fitnah atau ujian di sisi Allah."
Dilanjutkan, dalam surat Al-Furqan, yang artinya bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan:
"Dan orang-orang yang berkata: 'Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan kami dan dari keturunan kami, serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.'"
Memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan tersebut, khatib menyampaikan, bahwa harta dan anak-anak kita oleh Al-Qur'an dipandang mula-mula sebagai perhiasan atau bunga-bunga kehidupan.
Dari perhiasan dan bunga-bunga kehidupan itu, harta serta istri dan anak-anak kita itu, bisa berubah menjadi fitnah, menjadi ujian, bahkan bisa menjadi musuh bagi kita.
"Maka, kalau orang tua, sekolah, madrasah, atau masyarakat bisa bersinergi dengan baik, maka tantangan itu, apakah itu istri atau dari anak-anak, bisa diarahkan menjadi qurrata a'yun, artinya bisa dipertahankan sebagai bunga-bunga kehidupan," tutur Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim ini.
Khozin juga menambahkan, yang pokok dari yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim kepada putranya, Ismail, adalah tauhid. Yang kedua, yang diajarkan adalah akhlak atau karakter.
Tauhid berarti mengesakan Allah SWT, mengagungkan Allah, dan tauhid itu menyayangi sebagai sesama makhluk ciptaan Allah.
Karena itu, tidak boleh ada yang kita bangga-banggakan, apakah itu harta kekayaan atau lainnya, karena keagungan semata milik Allah SWT. (*)
Apa Reaksi Anda?