Hasil Pemeriksaan 'Sempurna', Kesehatan Donald Trump Malah Jadi Sorotan

Pemeriksaan kesehatan Donald Trump yang 'terlalu sempurna' baru-baru ini telah memicu kekhawatiran di kalangan dokter.

Juni 2, 2026 - 17:31
Hasil Pemeriksaan 'Sempurna', Kesehatan Donald Trump Malah Jadi Sorotan

JAKARTA - Masalah kesehatan diri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kini menjadi sorotan karena adanya pembengkakan baik di tangan maupun di kaki, dan telah memicu kekhawatiran setelah ahli bedah pembuluh darah membuat klaim yang mengkhawatirkan.

Pemeriksaan kesehatan Donald Trump baru-baru ini telah memicu kekhawatiran di kalangan dokter yang mengatakan, bahwa itu 'terlalu bagus untuk menjadi kenyataan' dan melewatkan data penting. 

Para dokter memeriksa Trump Selasa lalu di Walter Reed National Military Medical Center dalam apa yang disebut Presiden sebagai 'pemeriksaan fisik 6 bulanan'  dan di media sosial disebar bahwa 'semuanya berjalan SEMPURNA'.

Namun, seperti dilansir Daily Mail, Gedung Putih menunggu lebih lama dari biasanya untuk mempublikasikan hasil pemeriksaan tersebut.

Sehingga memicu spekulasi tentang presiden berusia 79 tahun itu, yang berada di bawah pengawasan ketat karena memar di tangannya, pembengkakan di pergelangan kakinya, dan ada klaim bahwa ia mengalami penurunan kognitif. 

"Tidak ada penjelasan lain mengapa hasil pemeriksaan medis Presiden tidak dirilis, selain karena tidak ingin rakyat Amerika mengetahui sesuatu," kata Jonathan Reiner, dokter jantung mendiang Wakil Presiden Dick Cheney, di media sosial.

Kemudian pada hari Jumat (29/5/2026) Gedung Putih merilis pernyataan, tiga hari setelah pemeriksaan dokter pribadi Trump, Kapten Angkatan Laut AS Sean Barbarella, yang menyatakan bahwa Presiden 'tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menunjukkan fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik secara keseluruhan yang kuat'.

Presiden Donald Trump 2Gedung Putih menyatakan bahwa memar tersebut disebabkan oleh seringnya berjabat tangan dan penggunaan aspirin secara teratur (FOTO: Daily Mail/AP)

Laporan tersebut berisi informasi tentang data vital Trump, merujuk pada beberapa pemindaian yang telah dilakukan, dan memberikan rekomendasi kecil tentang perawatan pencegahan.

Presiden memiliki tinggi badan 75 inci dan berat 238 pon, 14 pon lebih berat dari tahun lalu, tetapi dengan detak jantung istirahat yang sehat dan tekanan darah normal. Menurut laporan tersebut, ia mengonsumsi dua obat kolesterol dan aspirin untuk jantungnya.

Daily Mail telah menyajikan beberapa foto kondisi tangan dsnnkaki Donald Trump yang diambil dalam berbagai kesempatan kenegaraan.

"Laporan itu hampir terlalu bagus untuk menjadi kenyataan bagi seseorang seusianya," kata ahli bedah vaskular Texas, David Shutze, kepada Wall Street Journal. "Ini tampaknya merupakan narasi yang telah disaring," tambahnya.

Trump, adalah orang tertua yang pernah terpilih sebagai presiden, mengalahkan pendahulunya Joe Biden sekitar lima bulan . Presiden tidak berkewajiban untuk merilis informasi medisnya kepada publik.

Namun, Trump menghadapi peningkatan tekanan politik untuk mempublikasikan catatan kesehatannya setelah menjadikan kesehatan Biden sebagai landasan kampanye kepresidenannya waktu itu dengan mencela rivalnya, Joe Biden sebagai 'Sleepy Joe' karena gagal mengikuti tes kognitif .

Shutze mengecam kecenderungan laporan tersebut untuk menegaskan kesehatan Trump tanpa memberikan data spesifik yang dapat mendukung klaim Barbarella.

Reiner menunjukkan bahwa beberapa tes yang disebutkan dalam laporan Gedung Putih telah dilakukan pada Trump belum lama ini sehingga mengulanginya adalah hal yang tidak biasa.

Laporan Barbarella juga merujuk pada analisis AI dari ekokardiogram yang menemukan bahwa 'usia jantung' Trump lima belas tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

"Evaluasi AI ini 'bukanlah alat yang digunakan secara klinis," kata Reiner.

Beberapa isu sebelumnya telah menimbulkan pertanyaan seputar kesehatan Donald Trump, meskipun ia bangga dengan kondisi fisiknya yang luar biasa bugar untuk usianya.

Trump terkadang menggunakan riasan dan perban untuk menyembunyikan memar di tangannya.

Kekhawatiran tentang kesehatannya meningkat setelah Trump terlihat dengan tangan memar pada bulan Agustus. Tangan Trump sering terlihat memar, dan terkadang ia menggunakan riasan atau perban untuk menyembunyikannya.

Presiden dan orang-orang di sekitarnya mengaitkan memar tersebut dengan seringnya berjabat tangan dan efek dari dosis rutin aspirin, obat pengencer darah.

Tahun lalu, setelah foto-foto menunjukkan pembengkakan di kaki bagian bawah Presiden, terungkap bahwa ia menderita insufisiensi vena kronis, masalah peredaran darah umum pada pasien yang sudah lanjut usia.

Laporan Barbarella mencatat bahwa pembengkakan telah membaik tanpa menjelaskan secara rinci mengapa atau seberapa banyak.

Gedung Putih mengatakan bahwa penghilangan hasil pemindaian terperinci adalah hal yang biasa dalam 'ringkasan eksekutif' seperti laporan ini.

Direktur komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, mengecam 'para dokter dari luar yang berspekulasi liar tentang kesehatan seseorang.'

"Presiden Trump telah merilis informasi yang lebih rinci tentang kesehatannya secara publik dibandingkan presiden mana pun dalam sejarah," tambah Cheung. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow