Harmoni Tradisi dan Modernitas di Kampus AKAFARMA Sunan Giri Ponorogo
AKAFARMA Sunan Giri Ponorogo menggelar rangkaian perayaan Hari Kartini dengan tajuk yang menyinergikan tradisi dan modernitas.
PONOROGO - AKAFARMA Sunan Giri Ponorogo menggelar rangkaian perayaan Hari Kartini dengan tajuk yang menyinergikan tradisi dan modernitas. Bukan sekadar seremoni, kampus kesehatan ini mewadahi mahasiswanya untuk mengaktualisasikan semangat emansipasi melalui lomba tumpeng, literasi, hingga kompetisi videografi kreatif yang dilaksanakan pada hari Selasa (21/4/26).
Panitia Perayaan Hari Kartini tahun ini yang terdiri dari anggota sema dan anggota ukm kemahasiswann Akafarma Sunan Giri Ponorogo merancang sebagai jembatan antara penghormatan sejarah dan tantangan zaman. Direksi dan panitia menekankan bahwa sosok R.A. Kartini harus tetap relevan di era digital, khususnya bagi calon tenaga kesehatan (farmasi dan anafarma) yang didominasi oleh kaum perempuan.
Lomba Tumpeng sebagai Simbol Filosofi dan Kekompakan, Halaman kampus berubah menjadi ruang kreasi kuliner saat mahasiswa dari semester II, IV, dan VI prodi Farmasi serta Analis Farmasi dan Makanan (Anafarma) mulai menata tumpeng. Tidak hanya mahasiswa, para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) pun turut serta menyemarakkan suasana.Tujuan lomba tumpeng ini diharapkan bisa Menjadi wadah kreativitas seni kuliner sekaligus menguji kekompakan tim (teamwork) dalam manajemen waktu dan estetika.Filosofi dari Tumpeng dipilih sebagai simbol rasa syukur atas kesempatan pendidikan yang kini bisa dinikmati setara oleh laki-laki maupun perempuan.
Lomba Literasi untuk Menyuarakan Gagasan Gender, Melalui lomba literasi mahasiswa ditantang untuk berani bersuara. Peserta menuangkan pemikiran mereka melalui puisi dan esai singkat yang dibacakan dengan penuh penghayatan. Fokus Isu yaitu Hak-hak perempuan, kesetaraan gender, dan peran perempuan dalam dunia kesehatan.Esensi dari lomba literasi ini Adalah Mengembangkan keterampilan komunikasi verbal dan tulisan sebagai bekal intelektual calon farmasis dalam menyampaikan pesan sosial.
Videografi "Emansipasi Digital" menjadi Pesan di Layar Kaca, Menyadari kekuatan media sosial, AKAFARMA menggelar lomba videografi bertema "Emansipasi Digital". Mahasiswa didorong menggunakan platform seperti Reels Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menyebarkan kampanye pemberdayaan perempuan.Tujuannya untuk Mengajak mahasiswa menggunakan teknologi secara positif untuk menyuarakan pesan pemberdayaan. Dan Output yang diharapkan Adalah hasil dari Video kreatif yang menggabungkan edukasi farmasi dengan semangat kemandirian perempuan modern.
Serangkaian kegiatan ini menjadi penting untuk dilaksakan karena "Semangat Kartini bukan lagi soal kebaya semata, melainkan soal keberanian perempuan untuk berdaulat atas pikirannya dan mahir dalam teknologi."Melalui integrasi kegiatan ini, AKAFARMA Sunan Giri Ponorogo berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini dapat diimplementasikan secara multidimensi. Dari dapur (tumpeng), ke meja tulis (literasi), hingga ke ruang digital (videografi), mahasiswi farmasi masa kini dipersiapkan untuk menjadi sosok yang tangguh, kreatif, dan berwawasan luas. (*)
Apa Reaksi Anda?