Hari Terakhir Pekan Islami PT ACA: Kejujuran Anak Yatim Mencuat di Ampelgading
Kejujuran anak yatim terbukti di gedung MWC NU Ampelgading, ketika Nisa (9) asal Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading menolak hadiah utama mobil-mobilan elektrik dari Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniaw
MALANG Kejujuran anak yatim terbukti di gedung MWC NU Ampelgading, ketika Nisa (9) asal Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading menolak hadiah utama mobil-mobilan elektrik dari Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan setelah ia memenangkan adu jawaban matematika.
Padahal mobil-mobilan elektrik itu dipatok sebagai hadiah utama, hanya satu disetiap pertemuan di masing-masing kecamatan. Namun ketika Nisa berhasil memenangkan beradu pertanyaan dari Iwan Kurniawan, hadiah utama itu justru ditolak.
Alasannya sederhana, karena ia hanyalah seorang perempuan. "Saya punya adik, tetapi adik saya perempuan juga," kata bocah ini lugu.
Meski diiming-imingi dengan gambaran bahwa hadiah mobil-mobilan elektrik itu tergolong istimewa, Nisa tetap menolaknya.
Sekda Kabupaten Malang, Dr Ir Budiar Anwar M.Si "berjibaku" menyerahkan sedekah kepada anak-anak di acara pekan Islami PT ACA ke-19 saat digelar di wilayah Kecamatan Turen. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia).
Iwan Kurniawan sempat terperanjat, karena baru kali ini ada seorang anak yatim menolak hadiah utama yang diberikannya, disaat anak-anak yang lain berambisi ingin meraihnya.
Lalu hadiah apa yang diingini Nisa?, ternyata ia memilih sebuah kipas angin kecil yang bisa dibawa-bawa itu. Secara fisik tentu nilainya sangat sangat lebih mahal mobil-mobilan elektrik.
Tapi Nisa bersikukuh tidak tertarik, dan Iwan pun tersentuh hatinya. Ia merogoh sakunya dan memberi sejumlah uang kepada Nisa sebagai tambahan dari pilihan yang hanya kipas angin kecil itu.
"Saya sangat senang dengan kejujuran itu. Biarlah kejujuran mereka terus mengalir. Semoga kedepan dan seterusnya mereka jujur. Kelak bila sudah dewasa mereka akan menikmati oleh kejujuran mereka," ujar Iwan Kurniawan usai menyelesaikan santunan.
Hari ini Iwan Kurniawan menyantuni 1.605 anak di empat kecamatan, yakni Ampelgading (215 anak) Tirtoyudo (283 anak), Dampit (491) dan Turen (616 anak)
Kamis hari ini, Pekan Islami PT ACA ke XIX telah berakhir setelah berjalan selama 11 hari. Jumlah anak yatim yang disantuni juga melebihi total target semula yang 10.020 anak itu.
"Tetapi tidak apa-apa yang penting semuanya berjalan lancar dan saya lega bisa menyantuni mereka dari yang selalu saya sisihkan untuk mereka setiap tahunnya.
"Tahun depan siapkan prestasi panjenengan ya adik-adik. Akan saya kelola untuk mendapatkan hadiah kepada mereka yang prestasinya luar biasa," kata Komisari PT ACA, Iwan Kurniawan kepada anak-anak yatim.(FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia).
Di hari penutup Pekan Islami PT ACA ke XIX tadi, Iwan Kurniawan juga lebih banyak mengisinya dengan acara bersenang-senang bersama anak yatim, yakni joget beramai-ramai dan membagi-bagikan hadiah. Sampai saat-saat terakhir acara itu, pembagian hadiah juga terus berlangsung.
Lalu bagaimana evaluasi Pekan Islami PT ACA ke XIX tahun ini?, "Secara umum sudah bagus. Bahkan dari tahun ke tahun semakin baik. Pekan Islami ini kan tidak hanya satu dua tahun, tetapi sudah berjalan selama 19 tahun, ya mengalir saja, dan setiap acara ini saya selalu dibantu oleh fatayat kabupaten Malang. Mudah-mudahan ini tetap bisa berlangsung, sampai saya mampu," tandasnya.
Selama ini, lanjut Iwan kerjasama dengan fatayat berjalan lancar, tidak kekurangan apapun dan runingwell. Tahun depan Iwan berencana memperbaiki kualitas mainan, juga akan diadakan agi memberi bantuan alat-alat sekolah dengan kualitas yanag berbeda pula dari tahun-tahun sebelumnya. "Kami juga mempunyai program memberikan beasiswa bagi anak-anak yatim yang berprestasi. Soal teknisnya akan kami atur dan bicarakan kembali dengan fatayat," ujar Iwan.
Iwan menambahkan, untuk melaksanakan program sosial lainnya seperti kepada kaum dhuafa misalnya, pihaknya tetap akan memilih orang yang bisa mengkoordinir, yang betul-betul tanpa pamrih, dan niatnya baik. "Dan itu banyak ditemukan di fatayat, dan mudah-mudahan lancarlah," katanya.
Namun yang jelas Iwan Kurniawan mengakui bahwa memberi santunan kepada anak yatim yang sudah berjalana selama 19 tahun ini manfaatnya banyak. "Terbukti saya tetep mendapat rezeki banyak, kesehatan bagus. Bersama anak yatim ini banyak miracle, atau keajaiban yanag saya peroleh. Tolong kepada pengusaha lain, ayuklah bersama anak yatim, pasti akan menemukan banyak mukjizat-mukjizat," tegas Iwan Kurniawan.
Sementara itu Ketua PC Fatayat Kabupaten Malang, Umi Khorirotin Nasichah yang akrab dipanggil Oyi' menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan Iwan Kurniawan. "Awalnya memang menjadi beban, tetapi kemudian menjadi kebahagiaan tersendiri. Sebab sebelum dengan PT ACA kami hanya menangani anak yatim dalam skala kecil. Tetapi dengan PT ACA dan pak Iwan kami bisa merangkul semua anak yatim di Kabupaten Malang. Kami bangga dipercaya, dan pasti kami akan berkomitmen untuk memperbaiki dari evaluasi setiap tahun pelaksanaan santunan anak yatim," kata Oyi'.
Temuan-temuan selama pelaksanaan Pekan Islami PT ACA akan dievaluasi untuk diperbaiki. "Kemudian teman-teman di fatayat akan lebih jeli dan bisa berkoordinasi lebih intensif dengan desa. (*)
Apa Reaksi Anda?