19 Jam Evakuasi Dramatis Pendaki Ilegal Semeru Berakhir, TNBTS: Jangan Pertaruhkan Nyawa Lewat Jalur Terlarang
Operasi penyelamatan tiga pendaki ilegal di kawasan Gunung Semeru akhirnya tuntas.
MALANG - Operasi penyelamatan tiga pendaki ilegal di kawasan Gunung Semeru akhirnya tuntas. Setelah berjuang menembus medan terjal dan berbahaya, tim gabungan berhasil mengevakuasi seluruh pendaki, termasuk satu korban yang mengalami patah tulang kaki akibat kecelakaan saat mendaki melalui jalur tidak resmi.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memastikan proses evakuasi tiga pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Semeru saat status pendakian masih ditutup telah berhasil diselesaikan.
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, ketiga pendaki tersebut diketahui masuk melalui jalur Candi Jawar Purbakala, salah satu jalur tidak resmi menuju puncak Semeru. Padahal hingga saat ini pendakian menuju puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih ditutup karena aktivitas vulkanologi dan faktor keselamatan.
Insiden bermula ketika salah satu pendaki mengalami kecelakaan hingga mengalami patah tulang kaki. Kondisi itu memaksa tim gabungan melakukan operasi pencarian dan evakuasi di medan ekstrem yang sulit dijangkau.
Pada Kamis (4/6/2026), tim gabungan yang terdiri dari petugas BB TNBTS, Basarnas, TNI, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA), PPGST, Gimbal Alas, relawan, hingga warga sekitar bergerak menuju lokasi korban.
Dua pendaki yang selamat lebih dulu berhasil dievakuasi turun dari gunung. Keduanya tiba di posko pada Jumat (5/6/2026) pukul 00.10 WIB dan langsung dibawa ke Puskesmas Ampelgading untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Keduanya dilaporkan dalam kondisi baik meski mengalami dehidrasi ringan.
Sementara itu, proses evakuasi korban yang mengalami patah tulang kaki dilanjutkan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan panjang melewati jalur curam dan berisiko tinggi, korban akhirnya berhasil dibawa turun dan tiba di posko pada pukul 19.20 WIB.
Setibanya di posko, korban langsung mendapatkan penanganan medis awal sebelum dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Rudijanta menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan evakuasi tidak lepas dari kerja sama dan dedikasi seluruh personel yang bertugas di lapangan.
Namun di balik keberhasilan penyelamatan itu, BB TNBTS menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi para pendaki agar tidak nekat memasuki kawasan yang sedang ditutup.
“Pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup karena aktivitas vulkanologi dan pertimbangan keselamatan pengunjung. Aktivitas pendakian melalui jalur tidak resmi sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa serta dapat menyulitkan proses penanganan ketika terjadi keadaan darurat,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa gunung bukanlah tempat untuk ditaklukkan dengan cara melanggar aturan. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas alam bebas.
“Gunung bukan untuk ditaklukkan, melainkan untuk dipelajari dan dihormati. Karena itu masyarakat harus mematuhi peraturan, mengikuti informasi resmi pengelola kawasan, serta menghormati kebijakan yang diterapkan demi keselamatan bersama dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” pungkasnya.(*)
Apa Reaksi Anda?